Jika wanita hanya ingin dimengerti sebagaimana adanya ia seorang wanita, maka laki-laki juga hanya ingin dipahami segaimana ia seorang laki-laki. Dan keduanya tidak mudah untuk dilakukan, terkadang begitu sulit mengerti apa yang dimaukannya, dan sebaliknya tidak mudah memahami apa yang sebenarnya ia maksudkan. Maka saling mengerti dan saling memahami adalah yang diinginkan meskipun sulit, tapi keyakinan kita sebagai orang yang optimis adalah semuanya mudah ketika semua usaha telah  dicoba dan dilakukan, semua akan terasa indah ketika sadar bahwa hikmah di balik semua itu adalah kebaikan dan kebaikan bagi semuanya.

Sebagaimana umumnya manusia, apalagi itu sepasang suami istri, tidak akan lepas dari yang namanya masalah dan pertengkaran. Selalu akan ada dalam setiap rumah tangga walaupun hanya sekali saja, kebanyakan akan merasakan seperti itu. Dan kemudian apakah harus kita larut dalam kebencian karenanya? Apakah kita lantas bemudah-mudah dalam penyelesaiannya? Karena kita harus menyadari, bahwa manusia hidup itu tidak lepas dari ujian, karena ujian itu adalah untuk mengetahui sejauh mana kadar keimanan kita.

Sebagian wanita ia merasa tegar dengan masalah yang dihadapinya dalam kehidupan rumah tangganya, dalam keadaan ia melalaikan diri dari kewajibannya sebagai seorang istri, padahal yang diinginkan suaminya hanyalah kebaikan, harus diakui, seperti itulah yang diinginkannya.

Jika engkau seorang wanita yang pernah mengalami permasalahan dalam rumah tanggamu,

Pernah kamu menanyakan kepadanya apa yang disukai dan tidak disukainya? Saling terbuka saja. Aku yakin suamimu sangat sayang sama kamu hanya saja dengan cara lelaki yang mungkin sulit untuk kamu pahami. Kamu belum memahaminya, tapi kamu hanya ingin dimengerti, bagaimana sebenarnya yang kamu maukan? Percayalah, apapun pendapatmu tentangnya, kamu sebagai istrinya tetaplah yang terbaik baginya dan dia selalu tidak mau kehilanganmu kan? Bahkan ia akan sangat menyesal setelah melukaimu, dia akan lebih khusyu’ dalam berdoa daripada biasanya, karena ia merasa sangat bersalah telah melukaimu, ia sangat berharap ampunan-Nya, dan karena ia sangat mencintaimu, maa ia menyesali apa yang telah diperbuatnya kepadamu. Jadi, Maafkan dia, ngertiin dia, pahami dia sebagaimana dia seorang lelaki. Sebagaimana juga kamu ingin dimengerti. Sehingga engkau bukan hanya bersimpati kepadanya tapi juga harus berempati kepadanya juga.

Jangan sia-siakan saat dia ada. Berikan yang terbaik untuknya. Sekarang mungkin kamu belum bisa sepenuhnya merasakan kasih sayangnya namun suatu saat rasa itu akan ada dan kamu akan merasa tidak ada yang sebaik dia dalam memperhatikan keseharianmu. Manfaatkan selagi dia ada, ceritakan semuanya dan sandarkan kepalamu di dadanya sebagaimana seorang anak mengadukan masalahnya kepada ibunya. Dan kamu akan bisa merasakan degup jantungnya dan akan tahu betapa ia sangat tidak ingin kehilanganmu, ia tidak ingin menangis dan terlihat air matanya di depanmu, tapi ia akan sangat sedih ketika kamu tidak ada di sisinya.

Kemudian, jika engkau seorang wanita yang takjub dengan perkataan teman laki-lakimu yang menasehatimu, sedangkan ia bukan seorang yang halal bagimu, dan kamu katakan kata-katanya menyejukkan hatinya,  maka katakanlah,

Bahkan kalau kamu bisa lebih jujur lagi kepada suamimu. Ia akan  lebih menyejukkan daripada sekedar kata-kata temanmu itu. Ia bisa menanamkan dalam dirimu rasa cinta yang seutuhnya kepadamu, ia bisa  menyiramimu dengan kasih sayangnya, ia bisa menumbuhkan kepercayaan dirimu, dan ia akan bs menyemangatimu saat-saat kamu lelah dan menjagamu dariangin dan badai yang menerjang dan ingin menjatuhkan posisi tegakmu. Semua itu, karena ia adalah laki-laki yang bertanggung jawab atasmu dan kamu harus tahu namamu adalah ada di tempat terbaik di dalam sanubarinya.

Maka, jika kamu telah tahu semua ini,

Cintai dia apa adanya karena ia tidak ingin lebih dari itu dan dia tidak suka dibandingkan dengan siapapun. Percaya itu.

Bekasi, by: heane 21022013

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s