Pagi tadi, sejenak membantu pekerjaan rumah istriku, dan hal itu biasa aku jalani melihat isteriku yang kadang kecapekan mengurus rumah tangga, bukankah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga sering membantu pekerjaan rumah tangga isterinya? dari situlah aku berharap semoga apa yang kulakukan ada pahala dari Allah Ta’ala.

Dan seperti pagi itu pula saatnya aku untuk membantu pekerjaan isteriku sekedar mencuci piring untuk meringankan pekerjaannya, tak ada masalah, toh cuma cuci piring, pekerjaan ringan bukan?

Kumulai pekerjaan ini dengan perasaan enak, seolah berjalan sebagaimana biasa, satu, dua gelas tercuci, sampai saatnya kuambil piring kotor untuk kubilas dengan air sabun, tapi… Pyaaar, piring itu pecah di genggamanku, dan salah satu ujung lancipnya ternyata menembus kulitku, “Astaghfirullah…” kontan mulutku berucap, dan segera terlintas dalam benakku dosa apa yang telah kuperbuat hari ini? Semoga dengan luka ini akan ada dosa yang terhapus, karena aku ridho dengan luka ini semoga menjadi kaffarah (penebus) dosa-dosaku.

Darah segar masih terus mengucur, dan setiap kutuang air bersih untuk mencoba menghentikan tetap darah mengucur bahkan terasa semakin deras, ahh… mulai sakit, tapi aku ridha dan rela akan sakit ini, insya Allah.

Kuingat kata orang tua dahulu ketika aku masih kecil, jika ada luka berdarah maka kasihlah ludahmu dilukamu itu, karena ludah itu akan mampu membekukan darahmu dan menghentikan mengalir terus, langsung saja aku usap ludahku pada luka tersebut tapi tetap saja mengalir darah segar, benar saja, lukanya terlalu lebar sehingga ludahpun bahkan tak mampu menahan mengalirnya darah segarku.

Kemudian aku ingat aku punya minyak zaitun, segera kuambil, karena pengalaman masa lalu juga, jika luka diolesi minyak zaitun akan cepat berhenti karena minyak zaitun juga bersifat membekukan darah yang mengalir, namun hal itu tidak sebagaimana diharapkan. Oya ini kan bukan sihir, yang sekali kerja selesai semua pekerjaan.

Akhirnya kuambil kain kassa di kotak PPPK dan Alhamdulillah masih ada, kututup lukaku dengan kain kassa itu meskipun seketika warna merah segera menutupi kain kassa itu, tapi paling tidak darah berhasil berhenti mengalir sementara waktu. Alhamdulillah.

Tapi… Sakitnya masih terasa, dan kulihat ternyata tetes darah berceceran di mana-mana, bahkan sampai dalam rumah, karena saat aku mengambil zaitun, kasa, plester, darah masih menetes. Ah, bersihkan nanti saja setelah semua selesai.

Kuingat lagi akan piring kotorku, sempat berpikir, bagaimana caranya aku mencucinya, karena praktis cuma satu tangan yang bisa berfungsi, akhirnya aku mencuci dengan satu tangan kiriku, sambil aku membatin, “Ternyata mereka yang hidupnya cacat, mereka juga bisa mengerjakan pekerjaan mereka, sedang aku, aku cuma luka, pasti aku bisa. Alhamdulillah Ya Allah atas anugerah anggota tubuhku ini, semoga aku bisa menggerakkannya untuk kebaikan.”

Alhamdulillah satu pekerjaan selesai. Dan kenapa terasa lapar ya? ternyata matahari sudah condong, pantas saja terasa lapar, kulihat meja makan, Alhamdulillah ada makanan, tapi… kembali teringat tanganku, bagaimana aku makan? Ah, jalani saja semoga aku bisa makan dengan tangan kanan meski luka, selagi aku bisa melaksanakannya.

Dengan susah payah, akhirnya aku bisa menghabiskan sarapanku, Alhamdulillah.

Dari apa yang kurasakan pagi ini, aku jadi berpikir bahwa ada pelajaran penting dari apa yang kualami pagi ini, yaitu, walaupun hanya satu bagian tubuh yang luka, ternyata hampir semua bagian tubuh yang lain merasakan sakitnya. Teringat sebuah hadits bahwa Muslim dan seorang Muslim lainnya adalah seperti satu tubuh, jika ada satu bagian yang sakit, maka bagian lain juga akan merasa sakitnya juga. (hadits dengan makna).

Akhirnya, pagi ini aku ditegur oleh Al Khaliq untuk tidak lupa bersyukur dengan kenikmatan-kenikmatan yang telah diberikannya, karena bisa jadi musibah yang terjadi pada kita adalah sebagai kaffarah (pelebur dosa) dan bukan sebagai adzab bagi kita.

Salam terindah,

– heane

2 responses »

  1. […] Masih ada kaitan dengan tulisan sebelumnya. […]

  2. Reza Palavi mengatakan:

    alhamdulillah semoga bermanfaat bagi semua.. Islam rahmatan lil alamin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s