Pernah berbuat kesalahan? Apa yang kemudian dilakukan?

Kesalahan adalah aib bagi sebagian orang. Barangkali hal itu yang menjadikan mereka lari dari kesalahan, karena takut dihukum, takut tidak diakui, takut tidak dihargai. Tapi apakah kita memang harus lari dari kesalahan kita, coba pikir lagi deh..

Misalkan kita buat satu kesalahan, kesalahan kecil saja, kemudian kita lari dari kesalahan itu, seolah menganggap kesalahan itu tidak ada. Tapi apakah kita tidak sadar apa yang terjadi setelah itu?
Suatu saat ketika seseorang berbuat kesalahan, hal yang pertama kali ia hindari adalah bertemu dengan sumber masalah tersebut, dalam keadaan kita belum meminta maaf atau kita telah dimaafkan. Kenapa menghindari? Mungkin tidak enak, mungkin takut, mungkin, mungkin, dan berbagai kemungkinan yang belum tentu ada kepastian kebenarannya.

Sekali lagi, ketika seseorang berbuat salah dengan si A, maka tersalah ini akan berusaha menghindari si A dengan berbagai alasan, kemudian dalam pelarian dari kesalahannya, tiba-tiba ia diharuskan untuk datang ke sebuah tempat si C yang harus melewati si A, maka kemudian ia lewat tempat si B, agak jauh bahkan jalannya memutar hampir tiga kali jarak daripada ia melewati tempat si A berada. Kenapa dipaksakan juga ia ke tempat si C dengan jarak seperti itu? Tidak lain adalah karena ketakutannya dengan si A yang menurutnya demikian, dan demikian…

Walaupun akhirnya sampai juga ia ke tempat si C tapi apakah ia sadar bahwa karena kesalahan kecilnya terhadap si A maka telah timbul beberapa kesalahan lain yang bisa dibilang fatal.
1. Ia tidak akan tahu tentang si A apakah akan memberi maaf ataukah menghukumnya? Padahal belum tentu hanya dengan satu kesalahan seseorang lantas akan menghukum.

2. Ia ada kebutuhan ke tempat si C tapi jaraknya lebih dekat bahkan lebih mudah jika melalui tempat si A, tapi ia memilih melewati tempat si B yang jaraknya ketika sampai di tempat si C bahkan terbilang jauh. Padahal kalau dihitung-hitung kalaupun ia menggunakan kendaraan ke tempat si C dengan melewati tempat si A maka bahan bakar yang terpakai adalah tidaklah sebanyak dibandingkan ia melewati tempat si B, berarti terjadi kesalahan lagi yaitu pemborosan waktu dan biaya.

3. Pelajaran paling berharga dari kisah ini, adalah ketidaktahuannya akan keadaan si A setelah ia lakukan kesalahan padanya, apakah ia telah memaafkannya ataukah tidak. Dan apakah sepantasnya ia lari dari kesalahannya yang justru menambah jumlah kesalahannya?

Tidak lain dari kisah ini adalah pentingnya meminta maaf apabila benar-benar kita telah berbuat kesalahan kepada seseorang, karena tidak semua akan dengan mudah menghukum kita hanya karena satu kesalahan yang telah ia lakukan, jangan takut meminta maaf dan jangan segan untuk memaafkan kesalahan agar tidak terjadi karena satu kesalahan yang kita lakukan dan kita bawa lari maka kemudian timbul banyak kesalahan lain yang timbul sebagai akibatnya.

Segeralah meminta maaf dan memaafkan sehingga kemudian yang mengikutinya adalah kebaikan dan bukan kesalahan.

Jika ada salah… Tolong dimaafkan..

One response »

  1. […] Mengapa Harus Lari Dari Kesalahan? Bagikan ini:FacebookTwitterLinkedInPrintEmailDiggRedditStumbleUponLike this:SukaBe the first to like this post. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s