Suatu waktu, sahabatku bercerita bahwa ia sedang sedih, namun ketika kuminta bercerita sejujurnya apa yang terjadi ia tidak mau dan ia bilang bahwa ia sedih tapi tidak bisa dibagi dan diceritakan, maka aku pun menghargainya, karena setiap orang punya privasi dan rahasia masing-masing yang hanya diketahui oleh dirinya untuk diadukan kepada Allah.

Walaupun kemudian ia mengatakan bahwa suatu saat ia akan berbagi, akupun mengiyakan, sebagai sahabatnya tentu aku tidak akan mengecewakannya, apapun keadaannya dia adalah temanku, sahabatku, maka sudah selayaknya aku membantunya jika ia tertimpa suatu masalah yang sekiranya aku bisa dan  mampu untuk membantunya.

Bahkan aku akan bilang jika ia ingin menangis, maka kuijinkan ia menangis jika itu akan membuatnya tenang, dan jika ia ingin semua tersimpan rapat dalam dirinya maka itu adalah haknya dan Allah-lah sebaik-baik Penolong bagi setiap hambanya.

Ia adalah sahabatku, teman lamaku, yang sekian lama menghiasi kehidupanku, tempat bertukar cerita, saling mengomentari setiap apa yang baru saja diceritakan, dan tentunya menasehati jika terdapat kesalahan. Ada marah, ada kesal dan terkadang ada harapan.

Sahabatku, jika engkau membaca risalah ini, maka inilah tulisan berikutnya untukmu, seorang yang tegar, seorang yang cerdas, dan seorang yang pantang menyerah. Doaku insya Allah ada untukmu, walaupun tetap kusadari, di balik ketegaranmu, engkau tetap manusia biasa yang sebagaimana manusia lainnya bisa sedih, terharu, dan menangis.

Maka, kuijinkan engkau menangis jika itu menenangkanmu, dan kuharapkan agar ketenangan selalu menyertaimu sehingga semua apa yang engkau usahakan diberikan kemudahan dan kelancaran sehingga tercapai semua keinginan dan cita-mu.

Aku juga mohon maaf jika pernah mengecewakanmu, aku tahu, engkau mungkin sedih dengan keputusanku, engkau mungkin marah dan engkau mungkin telah meluapkan kemarahan itu dengan caramu sendiri, dan semoga itu lebih baik bagimu. Karena semua makhluk telah ditaqdirkan dengan takdirnya sendiri-sendiri dan pasti itulah yang terbaik bagi setiap insan yang menyadari.

Aku harapkan jika engkau telah membaca tulisan ini, engkau tidak bersedih lagi dan engkau lebih tenang lagi, apalagi jika engkau selalu melakukan ibadah-ibadah sebagaimana engkau kabarkan kepadaku, percayalah, Allah akan mengabulkan setiap doa yang ditujukan kepadanya, hanya saja mungkin dikabulkan tidak saat itu juga, mungkin di lain waktu, mungkin dengan cara yang lain, mungkin dengan rezeki yang datangnya tidak akan engkau sangka-sangka dari mana arahnya. Itulah Maha Adilnya Allah, Kasih Sayang Allah kepada setiap hamba-Nya.

Terakhir, insya Allah, semua akan baik-baik saja, selama engkau selalu husnuzhan dengan apapun yang terjadi pada dirimu.

Salam terindah untuk sahabatku,

heane

2 responses »

  1. […] Menangislah Jika Itu Menenangkanmu […]

  2. rike fitriani mengatakan:

    add my blogg dong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s