Sebuah kisah yang patut kita jadikan pelajaran dalam hidup kita, bahwa tidak setiap kata yang sama bisa kita pergunakan untuk semua orang yang bersama kita atau yang kita temui.

Sebuah kata yang mungkin bisa kita gunakan untuk semua orang yang kita temui, seperti kata, “Apa kabar?”, atau kata yang semakna dengan itu, tapi juga ada beberapa kata yang tidak boleh kita gunakan untuk setiap orang yang kita temui.

Sebenarnya banyak contoh jika kita mau sebutkan di sini, tapi untuk lebih mendekatkan dengan apa yang kita bicarakan, cukuplah satu contoh saja yang kita pakai, semoga dengan satu contoh saja, kita dapat mengambil pelajaran.

Seperti judul yang saya tulis di atas, “Kapan nyusul?” ringan untuk diucapkan dan sekilas tidak ada masalah dengan kata tersebut, hanya saja jika salah kita gunakan kalimat itu bisa jadi akan terjadi salah paham dan mungkin fatal akibatnya.

Ada sebuah kisah seorang pemuda yang usianya sudah cukup umur untuk menikah, tapi sampai sekarang belum menikah juga, ada saja alasan bagi dia untuk mengelak dari pertanyaan itu. Dan begitulah yang terjadi sampai suatu waktu ia ditanya oleh kakeknya ketika mereka sedang menghadiri pesta pernikahan saudaranya.
“Kapan nyusul?” tanya kakeknya pada suatu kesempatan.
Pemuda itu diam saja dan hanya tersenyum tanpa menjawab.
Belum sempat kakeknya untuk bertanya lebih lanjut, acara pun beralih ke acara berikutnya yang mengharuskan mereka pindah tempat duduk.

Pada suatu kesempatan lain, pemuda ini bersama kakeknya kembali, namun kali ini dalam suasana yang berbeda yaitu menghadiri lelayu di rumah salah satu tetangga mereka yang baru saja meninggal.

Suasana terlihat hening, namun pada suatu kesempatan terlihat keduanya sempat berbincang-bincang ringan.
Tiba-tiba pemuda itu bertanya kepada kakeknya, “Kapan nyusul Kek?”
Dengan muka marah kakeknya menjawab, “Kamu mendoakan aku untuk cepat mati?”

Apa yang terjadi selanjutnya?

Silakan lanjutkan sendiri, karena pokok pembicaraan kita kali ini bukan hanya sebuah cerita tapi yang lebih penting adalah kita ambil hikmah dari cerita tersebut dan kita petik dari kalimat “Kapan nyusul” yang ada pada pembicaraan pemuda tersebut dengan sang kakek yang ternyata satu kalimat yang sama, bisa berbeda hasilnya ketika diucapkan pada kesempatan yang berbeda.

Susahnya untuk menikah

Menikah bagi sebagian laki-laki adalah sebuah pilihan yang sulit, karena dibutuhkan banyak pertimbangan terlebih lagi jika ditabrakkan dengan konsekwensi setelah pernikahan karena sebagaimana kita ketahui di Indonesia dan dalam Islam khususnya laki-lakilah yang harus bertanggung jawab sepenuhnya setelah pernikahan.

Ada yang bimbang ketika mau menikah, dengan alasan tidak ada wanita yang akan dinikahinya, padahal ketika itu ia melihat banyak wanita / akhwat di luar sana, hanya saja nyalinya kembali ciut ketika dirinya di beri pertanyaan seperti ini,
“Memang banyak wanita/akhwat di luar sana, tapi ada nggak yang mau sama kamu?”
Ada lagi yang bimbang untuk menikah karena alasan ekonomi takut tidak mampu membiayai keluarganya atau lebih spesifik lagi takut tidak mampu memberi makan keluarganya dengan pernyataannya, “Mau dikasih makan apa? Makan batu?”
Padahal ketika ia ditanya,”Memang sekarang ini kamu makannya apa?”
Ia jawab, ”Nasi.”
Maka dikatakan kepadanya, “Ya sudah kasih makan nasi, masak kasih makan batu. Mudah kan?”

Tapi percaya dan yakinlah, dengan menikah sesungguhnya semua akan menjadi mudah, karena begitulah janji Allah ta’ala dan juga sebagaimana firman-Nya, bahwa setiap makhluk yang hidup di bumi ini semuanya telah ditaqdirkan rizkinya.

Jadi untuk apa takut menikah? Kapan nyusul? Hehe..

By: heane dari hasil diskusi dengan teman.

2 responses »

  1. Company Profil - Reza mengatakan:

    semoga dimudahkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s