Teror lagi, bom lagi, selalu ada fitnah terhadap sebagian umat Islam, dan setiap fitnah pengeboman seperti ini pasti oleh mereka pelakunya akan mengaku ini sebagai salah satu tindakan isytihadiyah (mencari syahid) padahal tidak nash yang sharih (jelas) yang menopang pendapat mereka, kalaupun ada hadits tentang syahidnya seseorang seperti kisah Ashhabul ukhdud, maka tidaklah sesuai sama sekali dalil seperti itu atau penggunaan dalil itu untuk tindakan mereka sangatlah tidak tepat.

Dalam hadits itu diceritakan, maaf secara makna saja, bahwa ada ada faidah yang dapat kita petik dari hadits tersebut, yaitu seseorang dibenarkan mengorbankan diri di hadapan orang banyak, dan dikisahkan pemuda itu memberitahukan kepada raja bahwa untuk membunuhnya maka ia harus dibawa ke tanah lapang dengan dihadiri khalayak, dan dibunuh dengan anak panahnya. Kisah ini dikeluarkan oleh Imam Muslim di kitab Az-Zuhud wa Ar-Raqaiq, bab : Kisah Ashabul Ukhdud’ hadits no. 3005.

Tapi apa yang dihasilkan dari perbuatan istisyhadiyah sesat mereka sekarang ini?

Jika dari kisah ashhabul ukhdud tersebut diperoleh faidah bagi masyarakat umumnya, yaitu berimannya mereka kepada agama pemuda tersebut tapi yang terjadi sekarang ini adalah terfitnahnya (munculnya gambaran buruk) terhadap sebagian umat Islam karena perbuatan mereka

Bom bunuh diri mereka hanyalah menyebabkan kerusakan pada umat Islam bukannya menjadikan semakin banyaknya umat Islam, lihatlah pada kisah dalam hadits tersebut, ketika pemuda itu mensyaratkan ia dibunuh di tanah lapang, yang dihadiri oleh masyarakat banyak, kemudian ia harus dibunuh dengan anak panah miliknya dan raja yang akan membunuhnya harus mengucapkan “Bismillahi Rabbi ghulam..” yang artinya Dengan menyebut nama Allah Rabb pemuda ini… kemudian meninggallah pemuda ini dan seketika masyarakat yang menyaksikan mengucapkan “Tuhan ialah Tuhan yang disembah pemuda ini…”

Sangat berbeda dengan mereka yang meledakkan diri di kerumunan, maka apa yang dihasilkan? Tidak ada kecuali hanyalah kehinaan bagi pelakunya.

mereka yang melakukan ‘terorisme’ pengeboman adalah termasuk khawarij. Dan kami berlepas diri dari mereka.

Khawarij, dari bahasa arab yang artinya keluar, dengan kata lain mereka selalu keluar dari kesepakatan, bahkan pendirinya Dzul Khuwaishirah mengatakan Rasulullah tidak adil dalam sebuah hadits shahih. Khawarij adalah salah satu sekte sempalan Islam.

Dan kata ‘kami berlepas diri’ bukan berarti bahwa kami pernah bersama mereka, bahkan kami sangat benci dengan mereka. Kalimat ‘bara’/berlepas diri’ adalah berarti kami bukan dari golongan mereka. Kalimat seperti ini akan kita dapati salah satunya dalam sebuah hadits dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma yang diriwayatkan Al Bukhari dalam Kitab Al Iman.

Wallahu a’lam.

Artikel by : heane

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s