Cukup dengan bermodalkan GoogleEarth, kita sudah bisa berkeliling dunia dalam hitungan detik, bahkan kita bisa mengunjungi tempat-tempat yang bersejarah walau hanya gambaran foto satelit, tapi itu sudah cukup membahagiakan.

Nah, ketika terdapat berita-berita mengenai Bangsa Yahudi yang mengatasnamakan Israel melakukan pengeboman di Jalur Gaza dan sekitarnya, timbul juga keinginan untuk menulusuri dengan mendatangi lokasi Jalur Gaza melalui layanan GoogleEarth, tapi ketika teringat bahwa Jalur Gaza adalah termasuk wilayah Palestina, maka perhatian pencarian lokasi berubah, ingin mendatangi Masjid Al Aqsha, sebagai salah satu tempat suci Ummat Islam, ingin rasanya melihat dari dekat bagaimana Masjid Al Aqsha itu sekarang ini.

Pertama kali, yang terbersit di bayangan saya tentu Masjid Al Aqsha adalah termasuk wilayah Palestina dan itu telah makruf bukan? Maka yang saya ketik adalah Masjid Al Aqsha, Palestina.

Searching…. Mengejutkan, memang ditemukan lokasi Masjid Al Aqsha, tapi bukan di Palestina, yang muncul di layer adalah bahwa, “Masjid Al Aqsha, Jerusalem, Israel” begitulah adanya dalam GoogleEarth sekarang ini. Artinya tempat suci umat muslim itu kini berubah menjadi “Masjid Al-Aqsa, Jerusalem, Israel.” Menyedihkan, Palestina telah dihapus dari peta dunia, diganti dengan nama Israel, sehingga Masjid Al-Aqsha diklaim sebagai milik Israel, bukan Palestina

Ingin mencari lokasi Masjid Al-Aqsa, Palestina? Nanti dulu. Kita harus masukan kata kuncinya “Al-Aqsa Mosque, Jerusalem” dan lokasinya ada di Israel! Sejak kapan tempat suci kita umat Islam ada di Israel?… Tapi itulah kenyataannya sekarang ini. Kalau seandainya umat silam diperbolehkan ziarah ke tempat suci (Masjid Al-Aqsa), berarti kita mengunjungi Israel? Tambah menyedihkan!! Bila ada demonstrasi meneriakkan nama Palestina, itu hanya sebatas nama di permukaan bibir kita saja karena lokasi sesungguhnya di peta tidak dapat ditemukan.

Kedua, carilah nama-nama lain tentang Palestina, dipastikan tidak ada lagi nama Palestina di peta dunia versi GoogleEarth, begitulah Yahudi yang mengaku sebagai Israel, mereka menjajah bukan semata wilayah yang terlihat nyata oleh mata, bahkan nama Palestina di peta dunia pun oleh mereka telah dihapus. Tidak lain karena perkembangan informasi dunia saat ini telah dipegang oleh mereka, jadi apapun yang dimaukan mereka, mau tidak mau seperti itulah yang akan kita terima.

Begitupun PBB, tidak akan jauh berbeda, dalam artian tidak bisa diandalkan bahwa PBB akan membela Palestina.

Bagaimana pula dengan mereka yang hanya berdemonstrasi di jalan raya, apakah mereka bisa mempertahankan ini, atau merubah keadaan yang ada? Allah-lah sebaik-baik tempat memohon pertolongan.

Seperti yang pernah diberitakan oleh Al-Quds-Akhbar Al-Adab, majalah mingguan Mesir, bahwa Universitas Kairo akan menghapus nama Palestina dari peta dunia dan menggantikannya dengan Israel. ISRAEL – Kementerian Pariwisata Israel menggunakan sebuah kampanye iklan, yang menyebut “Experience Israel” (Merasakan Israel), dalam sebuah usaha untuk menarik perhatian turis untuk mengunjungi negara tersebut. Tetapi kementerian menghapus secara keseluruhan Palestina dari peta dengan menghapuskan arahan apa pun kepada wilayah Palestina.

Percaya atau tidak dengan berita diatas, silakan buktikan sendiri. Wallahu a’lam.

By : heane, 24032011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s