Jika kamu anggap belajar dan berlatih itu menyulitkanmu, maka percayalah akan ada kemudahan setelahnya. (heane)

Teringat saat aku melihat anak kecil balita yang sedang belajar berjalan, tertatih-tatih dan terkadang jatuh dalam usahanya untuk menegakkan badannya dan melangkahkan kakinya.

Ada saatnya anak itu menangis, ada saatnya melihat kepada pengasuhnya saat itu, seolah memohon untuk dibantu berdiri lagi. Dan sekali lagi ia berusaha dalam pegangan pengasuhnya ia melangkahkan kakinya kemudian pegangan tangannya pelan-pelan dilepas oleh pengasuhnya dengan harapan tentunya anak itu dapat berjalan sendiri tanpa bantuan dan tanpa pegangan pada sesuatupun.

Satu hal menarik dari petikan kisah ini adalah bahwa belajar itu butuh dan perlu, bahkan sangat penting bagi kita. Belajar dan belajar, bisa dari kita melihat kehidupan ini, maka kita telah belajar, sebagaimana kisah tentang pembunuhan pertama kali yang terjadi pada manusia, dimana anak Nabi Adam ‘alaihis salam ketika membunuh salah satu saudaranya, maka kemudian ia tak tahu apa yang harus dilakukannya terhadap mayat saudaranya ini, maka kemudian ia melihat dua burung gagak yang berkelahi dan salah satunya terbunuh, kemudian salah satu yang masih hidup kemudian menggali tanah dan menguburkan temannya yang mati karenanya, maka dari melihat peristiwa itu putra Nabi Adam inipun belajar dari apa yang dilihatnya dan kemudian menirukan apa yang dilakukan gagak yang dilihatnya sebelumnya.

Namun, yang terpenting dalam belajar itu adalah adanya seorang pendamping yang mendampinginya, mengajarinya dalam mempelajari segala sesuatu. Hal ini akan kita dapati sewaktu kita masih balita sampai anak-anak, dimana guru kita yang mengajari kita adalah ibu kita atau yang mengasuh kita, dimana tentunya kita belajar banyak hal dari mereka, karena dengan sebab mereka kita bisa terbantu dalam mengenali nama-nama benda di sekitar kita, dan mengenal orang-orang di sekitar kita. Itulah pelajaran pertama kita.

Kemudian berlanjut ketika kita berada di bangku sekolah, kita masih dibimbing oleh orang lain yang mengajari kita bermacam-macam ilmu pengetahuan yang sebelumnya kita tidak mengetahui dan tidak mengilmuinya, dari mereka juga kita akhirnya bisa mengerti seluk beluk dan peliknya kehidupan.

Ada kalanya dalam belajar kita kesulitan, dan itu adalah hal yang pasti akan kita alami karena tidak ada dalam hidup di dunia ini kemudahan terus menerus atau kesulitan terus menerus, pasti aka nada kemudahan dan ada kesulitan.

Ada kalanya kita menangis karena kesulitan yang kita hadapi, sebagaimana anak kecil yang belajar berjalan kemudian terjatuh maka ia hanya bisa menangis karena ia belum bisa menegakkan badannya kembali ke posisi berdiri. Tapi lihatlah betapa anak kecil saja tidak bosan untuk berlatih dan terus berlatih untuk berusaha berjalan sendiri tanpa meski seringkali ia masih harus dibantu oleh pengasuhnya, akan tetapi dengan kesungguh-sungguhannya tersebut maka ketika ia bisa berjalan sendiri maka betapa bangganya, betapa senangnya ia bisa berjalan bahkan berlari kesana kemari sehingga seakan membuat capek pengasuhnya karena tidak bisa diam.

Sampai pada tahapan usia selanjutnya juga seperti itu, selalu didahului dengan belajar untuk bisa menguasai sesuatu, terkadang kita juga sampai ingin menangis karena kita merasa betapa sulitnya apa yang sedang kita pelajari, maka kembali kita membutuhkan orang lain yang akan membimbing kita sehingga benar-benar kita bisa mengerti apa yang dimaksudkan dalam belajar kita.

Dari gambaran-gambaran di atas, akan kita dapatkan kesimpulan bahwasanya walaupun kita anggap belajar dan berlatih itu kesannya adalah menyulitkan, tapi ketika kita bisa melewati kesulitan itu maka yang kita rasakan adalah kebanggaan, kebahagiaan, dan tentunya kemudahan, ketika datang masalah serupa di kemudian hari maka kita telah tahu bagaimana caranya menghadapi kesulitan/masalah itu sehingga menjadi sesuatu yang mudah dan menyenangkan.

Semoga dengan tulisan kecil ini dapat memberikan motivasi bagi kita dalam menjalani kehidupan ini yang tentunya tidak lepas dari kesulitan dan masalah yang harus kita hadapi. Karena masalah semakin kita hindari akan semakin menumpuk dan terkumpul dengan masalah baru lainnya, sehingga semakin sulit untuk mendapatkan jalan keluarnya.

Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan kemudahan dalam setiap masalah yang kita hadapi. Amin.

By: heane

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s