Sebagai manusia kita tidak akan lepas dari sifat kurang dan lupa, tetapi alangkah baiknya jika kita bisa menyadari kesalahan kita. Kalaupun tidak, maka adanya teman dan sahabat adalah sebagaimana air yang menyirami tanaman, ia bisa menyegarkan dan membuatnya tumbuh kembali.

Begitupun kita, tak akan lepas dari sifat yang sebenarnya kitapun tidak ridha, yaitu sifat malas, futur dan semisalnya. Tapi, begitulah sunnatullah, setiap kita pasti suatu saat akan seperti itu. Namun alangkah baiknya ketika futur menimpa maka kembalikanlah perkaranya kepada syariat yang mulia ini.

Sebuah kisah permisalan yang menarik bagi saya pribadi, kisah yang memotivasi, kisah yang mengajak kita untuk tetap melangkah kedepan dan tidak terlenakan keindahan di sekitar kita atau sekedar menengok ke belakang walaupun sekejap, karena bisa jadi musuh yang sedang mengawasi kita akan menerkam kita.

Satu faidah yang juga didapat bahwa salah satu musuh terbesar kita adalah rasa malas, na’udzubillahi min dzalik..

Berikut ini adalah sebuah kisah tentang rusa yang sedang dikejar anjing buruan (atau mungkin ada istilah yang lebih tepat?).

Jika kita ditanya lebih cepat mana larinya antara rusa dengan anjing buruan? Maka tentu kita akan menjawabnya rusalah yang lebih cepat larinya. Tapi timbul pertanyaan lagi: Kenapa seringnya rusa tertangkap oleh anjing buruan?

Ternyata ada tabiat buruk yang dimiliki rusa ketika sedang berlari cepat ketika sedang dikejar anjing buruan, yaitu ia sempatkan berhenti sejenak hanya untuk menengok apakah yang mengejarnya masih jauh ataukah sudah dekat, padahal anjing buruan yang mengejarnya masih mengejar dan berlari cepat, maka dengan keadaan seperti itu tertangkaplah rusa oleh anjing buruan.

Faidah: seperti itulah kita, terkadang kita lengah dengan indahnya kehidupan sekitar kita sehingga lalai dengan apa yang seharusnya sedang kita kerjakan, atau sekedar menengok ke belakang apakah rival kita masih jauh, padahal ia sedang dalam keadaan paling semangat, dan karena kelalaian kecil kita akhirnya kita terlewati.

Semoga dengan permisalan seperti ini dapat menyemangati kita kembali untuk senantiasa istiqamah dengan apa yang sedang kita kerjakan/lakukan dan terhindar dari rasa malas dan lalai walaupun sebentar. Dan jangan lupa selalu bermohonlah kepada Allah dalam setiap apa yang kita lakukan agar senantiasa apa yang kita kerjakan bermanfaat.

Rasulullah Shallallahu ‘ alaihi wa sallam bersabda:

” Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, dan pada setiap mukmin yang kuat dan yang lemah, padanya ada kebaikan. Bersemangatlah engkau terhadap apa yang bermanfaat terhadap dirimu sendiri dan minta tolonglah kepada Allah dan jangan engkau lemah. Dan jika menimpamu suatu musibah (perkara yang tidak engkau ridhai), maka jangan engkau berkata, ‘seandainya tadi aku melakukan demikian dan demikian’. Akan tetapi katakanlah, “Qadarallahu wa maa sya’a fa’al”. Karena sesungguhnya perkataan ‘ seandainya’ adalah pembuka amal-amal syaithan (perbuatan buruk).” (HR. Muslim 4/2052)

Wallahu a’lam.

Maraji’:

– Madarijus Salikin.

– Riyadhush Shalihin.

– Hishnul Muslim.

By: heane

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s