Jangan mengabaikan kegagalan yang menimpa teman kita sedangkan kita sedang berkompetisi dengannya, jangan pernah menyepelekan kemampuannya, karena bisa jadi dia akan lebih mampu darimu karena ia telah banyak merasakan kegagalan sedangkan dirimu belum pernah mengalami sepertinya.

Sadarkah kita, bahwa kadang sebagian dari kita begitu sombong dengan kemampuan kita sehingga kita mengabaikan kemampuan orang lain karena kita melihat pada diri orang itu adalah selalu gagal, tapi apakah kita pernah berpikir, bahwa ketika ia mengalami kegagalan itu secara tidak langsung ia telah belajar dari kegagalan yang ia terima, bahwa ia tidak boleh melakukan hal serupa di kemudian hari dan ia harus mencoba hal lain yang diharapkan tidak terjadi lagi kegagalan, sedangkan bagi orang yang telah berhasil hanya sebagian dari mereka yang kemudian berinovasi menggunakan hal baru karena merasa ia telah bisa dengan caranya yang menjadikannya berhasil.

Nah, seperti itulah yang kadang terjadi pada sebagian dari kita, bahkan kadang tanpa kita sadari. Celakanya ada sebagian dari kita justru sombong dengan keberhasilan yang telah dicapainya, dan menganggap orang lain rendah dan tidak mampu tanpa berpikir panjang bahwa mungkin saja orang yang ia anggap rendah di lain waktu bisa lebih berhasil darinya karena ia telah banyak belajar dari kegagalan yang ia temui.

Jika kita lihat sejarah tokoh-tokoh dunia, seperti Thomas Alfa Edison, yang dikatakan sebagai penemu lampu, Albert Einstein yang dikatakan sebagai penemu Nuklir, dan banyak tokoh lainnya, maka jika kita baca biografi mereka, mereka tak lepas dari kegagalan-kegagalan yang mereka alami, yang dengan kegagalan itu mereka belajar dan terus mempelajari cara lain yang belum pernah mereka buat sehingga akhirnya pada suatu waktu ia berhasil setelah melewati berbagai kegagalan yang bukan cuma sekali dua kali.

Apa yang kita dapat dari contoh-contoh di atas, adalah bahwa kita harus terus berusaha tanpa mengenal kata gagal dalam diri kita, karena adanya kegagalan itu adalah awal dari kesuksesan. Kegagalan yang kita alami adalah celah dalam pekerjaan kita sehingga di kemudian hari kita tidak boleh melewatinya lagi dan harus mencoba dengan cara baru, demikian seterusnya, sehingga tidak ada kata gagal, yang ada adalah keberhasilan yang tertunda.

Good luck !!

By: heane

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s