Sahabat, adalah sosok di antara orang-orang yang dekat dengan kita, tempat berbagi tempat bercerita, bertanya, dan juga bercanda.

Sahabatku, sebagaimana suatu hari engkau bertanya, apa yang engkau tanyakan adalah bagian dari keingintahuanmu akan agama ini, dan aku menyukai itu, walaupun kadang aku kesulitan dalam menjawabnya, selalu aku usahakan untuk menjawabnya, dan karena ini adalah masalah agama maka tidak bisa sembarangan dalam menjawabnya, jadi maaf bila terkadang aku terlambat dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang datang kepadaku, karena mungkin perlu buka buku-buku lagi untuk menjawabnya, sehingga mungkin jawabannya akan terlambat sampai kepadamu.

Seperti pertanyaanmu hari ini, katanya sakit dapat menghapus dosa bagi yang sakit, bagaimana jika yang sakit adalah anaknya apakah orang tuanya juga akan terhapus juga dosanya?

Agak susah aku menjawabnya, tapi pada dasarnya seseorang diuji dengan adanya sakit yang menimpanya adalah untuk mengetahui siapa yang jujur dan siapa yang dusta dalam pengakuan iman mereka.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh sangat menakjubkan urusan seorang mukmin, karena segala urusannya adalah berupa kebaikan. Dan tidaklah didapatkan keadaan yang seperti ini kecuali pada diri seorang mukmin saja. Ketika dia mendapatkan kebahagiaan, dia segera bersyukur. Maka itu menjadi kebaikan baginya. Dan ketika dia mendapatkan kesusahan dia bersabar. Maka itu menjadi kebaikan baginya.” (HR. Muslim dari shahabat Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu)

Maka dengan ini, hendaknya engkau bersabar dengan ujian yang menimpamu. Jangankan sakit yang menimpa buah hatimu yang membuatmu sedih, sedangkan buah hatimu sendiri adalah hadir sebagai salah satu dari bentuk ujian dan fitnah dalam kehidupanmu.

Memang benar, sakit itu salah satunya adalah sebagai kaffarah (penghapus) terhadap dosa-dosa yang telah dilakukan, hanya saja, ini ketika engkau ridha dengan ketentuan-Nya, bersabar karenanya, berharap pahala karenanya, lain halnya jika engkau tidak menerima ketentuan-Nya dengan ujian sakit pada buah hatimu, atau justru gelisah disebabkan sakitnya buah hatimu, maka bersabarlah.

Dan sabar itu letaknya adalah pada saat kejadian pertama kali, karena pada saat itu masih panasnya perasaan dan hati kita, sangat sulit untuk bersabar dan lebih mudah untuk mengeluh, namun ketika sudah dingin dan mereda, maka semua orang bisa mengucapkan sabar atas musibah yang menimpanya.

Maka bisa jadi sakit pada buah hatimu akan menjadikan ladang pahalamu ketika kamu bisa bersabar dan menahan diri dari menyesali yang telah terjadi dan engkau menyadari bahwa ini sudah merupakan takdir-Nya.

Ada saatnya kita boleh bersedih tapi tidak boleh berlebih, ada saatnya kita boleh tertawa tapi jangan sampai lupa dan lalai, dan ada saatnya kita ditimpa musibah tapi jangan terlalu gelisah karena takdir itu indah bagi siapa saja yang mau bersyukur.

Wallahu a’lam.

By: heane

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s