Sebenarnya ini adalah dari diskusi bersama salah satu teman saya. Sampai pada pertanyaan, bolehkah menjual satu ginjal dan uangnya digunakan untuk kemaslahatan ummat?

Satu kasus begini, dia mau bayar haji bapaknya yang sudah lumpuh dan juga bayar operasi kaki kakaknya yang dalam kakinya ada besi panjang yang wajib diangkat.

Kalau temanku bilang, temanku berpendapat boleh, alasannya karena terdapat kemaslahatan padanya.

Tapi menurutku, tidak. Justru dengan tindakannya itu justru memberikan mudharat pada dirinya pada kemudian hari, meskipun ada alasan bahwa dia masih bisa hidup dengan satu ginjal saja.

Sekarang kita lihat fakta yang ada, di antara mereka yang telah menjual ginjalnya, bagaimana kehidupan mereka? Memang mereka masih hidup tapi sekali lagi lihat kondisi kesehatan mereka, betapa mereka harus menghindari ini dan itu, tidak boleh bekerja seperti ini dan itu, padahal sebelum ia menjual ginjalnya dia bisa melakukan apa saja pekerjaan yang ia mau.

Itu dilihat dari sisi medis dan kesehatan fisiknya dalam pekerjaan sehari-hari.

Sekarang kita coba tengok kepada sisi syar’i dalam hal ini.

Jika benar ia akan melakukan tindakan itu, menjual ginjalnya, apakah telah dipikirkan akibat yang akan dideritanya, bukankah justru lebih banyak mudharatnya daripada maslahatnya?

Kemudian kita kembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya, dalam artian kita lihat kembali kepada ajaran syariat Islam yang mulia, terlebih khusus dalam hal ini adalah kita lihat hukum jual beli.

Anggaplah kita telah belajar ilmu fiqih jual beli ini, dalam perbuatan di atas kita samakan dengan menjual bangkai atau bagian tubuh sementara bagian tubuh yang sebagiannya di jual itu masih hidup. Mudahnya dalam sebuah riwayat tentang seseorang yang menjual minyak onta yang terkandung dalam punuk onta tersebut dengan memotong punuk onta itu dan kemudian mengambil minyaknya. Memang ontanya masih hidup akan tetapi hukum perbuatan seperti ini adalah diharamkan, wallahu a’lam.

Itu cuma satu contoh saja, masih ada contoh yang lain, akan tetapi kita cukupkan dulu. Nah, bukankah perbuatan menjual ginjal kita itu hampir sama dengan kisah di atas? Kita masih hidup akan tetapi terdapat mudharat dalam diri kita, yaitu kita melemahkan diri kita sendiri dengan menghilangkan organ vital dari tubuh kita ditambah lagi kita sama saja menjual bangkai bagian dari tubuh kita, yang perbuatan itu adalah diharamkan. Allahul Musta’an.

Adapun masalah pemenuhan kebutuhan materi, seperti uang, tentunya banyak jalan yang bisa ditempuh untuk mendapatkannya, banyak cara untuk memperolehnya yang mudharatnya lebih ringan tanpa harus dengan mudharat yang berat.

Bisa dengan berhutang meminjam kepada saudara atau lainnya, atau dengan cara berdoa dan berusaha, banyak berdoa di sepertiga malam terakhir, maupun dengan banyak-banyak bersedekah. Tentunya dengan tetap berharap hanya kepada Allah Yang  Maha Memberi Rizki agar diberi kemudahan dalam segala urusannya. Allah-lah sebaik-baik pemberi Pertolongan.

Selesai.

Maaf, bukannya kami menggurui, tapi marilah sama-sama kita belajar ilmu syar’I dan saling nasihat menasihati dan saling berwasiat kebaikan. Sehingga jika ada yang menemukan adanya kesalahan dalam pembahasan di atas, sudilah kiranya memberikan saran dan perbaikan. Jazakumullahu khairan.

Salam,

heane

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s