Aku tidak sedang melamun, aku hanya sedang menghabiskan waktu di pinggir rel kereta api sambil melihat lalu lalang kereta api yang lewat.

Aku tidak sedang melamun, aku sadar sepenuhnya, jangan kira aku akan bunuh diri dengan menabrakkan diri ke kereta, aku hanya ingin menghilangkan kesepian dan hal-hal membosankan bersama orang-orang yang dengan senyumnya ketika melihat kereta lewat sambil berbisik kepada anaknya seolah menceritakan tentang kereta itu kepada anaknya yang ada di pangkuannya.

Aku tidak sedang melamun, aku hanya ingin mengekspresikan apa yang menurutku bisa menghilangkan jenuhku, “Noh, ada anak-anak narik kayu” berkata seorang anak di sampingku kepada ayahnya. Aku hanya tersenyum melihatnya, hanya melihat ekspresi bahagianya yang tanpa beban dan terus saja ia bercerita kepada bapaknya tentang apa saja yang dilihatnya.

Aku tidak sedang melamun, aku hanya sedang memperhatikan sebuah lokomotif yang sedang dipasangkan ke gerbong kereta barang yang akan dibawa entah kemana.

Aku tidak sedang melamun, aku hanya sedang berusaha menghapus jejak-jejak rasa yang kembali muncul, dan aku sepenuhnya sadar, seperti ini bukan jalan keluar yang baik, tapi setidaknya bisa merefresh kejenuhan yang ada.

Aku tidak sedang melamun, aku tidak sedang berkhayal, karena sepenuhnya aku sadar aku hidup di dunia nyata dan aku sedang menikmatinya.

By: Heane @ jembatan ujung stasiun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s