Berulangkali aku terima dalam beberapa tulisanmu, untaian doa-doa yang indah, dan terkadang hanya beberapa kata, dan tak pernah kumengerti apa arti doa itu, kalaupun aku artikan bebas, maka sungguh artinya bagus, namun ternyata tidak, karena terdapat rincian di sana berupa kalimat tersembunyi di balik doa-doa itu.

Dan aku yakin itu bukan bentuk kedustaan, akan tetapi seperti yang kamu ceritakan bahwa bahasa Arab itu akan dapat kamu pahami dengan benar jika kamu tahu tentang I’rob (kedudukan kata per kata) yang ini bisa didapati dalam pelajaran nahwu.

Sampai-sampai aku mengira itu adalah doa darimu untukku, walaupun hakikatnya itu adalah doa akan tetapi doa itu hanya layak dan pantas diucapkan tatkala kita kecewa atau sedang tidak enak atau tidak senang dengan sesuatu.

Dan aku sempat berharap bahwa tidak ada kekecewaan dalam dirimu, aku tak tahu itu dan aku selalu menjaga agar aku selalu berprasangka baik kepadamu, aku tidak menuduhmu yang tidak baik, bahkan aku takjub dengan setiap balasan berupa doa-doa dalam bahasa Arab tersebut.

Beberapa lama aku tidak memikirkan dan tidak pernah terpikir dalam benakku, bahwa sejujurnya engkau juga kecewa, sungguh betapa bodohnya diri ini saat itu ketika tidak pernah belajar dan mau belajar sedari dulu sebagai dinasehatkan. Aku terlalu tersibukkan dengan kegiatanku yang demikian padat, sampai aku tak memperhatikan waktu untuk sekedar belajar ilmu syar’i.

Walaupun sampai saat ini aku tidak bisa jika harus menjabarkan detail tentang doa-doamu itu, akan tetapi sedikit banyak aku telah tahu dan diberi tahu bahwa sebenarnya doa-doa darimu itu adalah doa kekecewaan. Kecewa karena aku tidak mau belajar, kecewa karena aku terlalu sibuk dengan kegiatanku, kecewa karena aku tidak merespon setiap nasihatmu, atau entah kecewa apa lagi…

Namun kemudian terbersit dalam pikiranku, barangkali inilah takdir yang telah ditetapkan untukku saat ini, dan pastinya ada hikmahnya, kalaupun sesuatu yang baik itu pasti akan mendapatkan balasan dan perolehan yang baik pula, demikian pula sebaliknya, sesuatu yang jelek pasti akan menghasilkan yang jelek pula.

Hikmah lainnya, adalah betapa rahmatnya Islam bagi seluruh alam, terbukti tidak hanya dalam keadaan senang semata kita harus berdoa, bahkan dalam keadaan kecewa dan tidak senang pun kita tetap dianjurkan berdoa sebagai bentuk ibadah dan juga tawakkal. Walaupun hanya doa yang singkat akan tetapi terkandung makna yang luas dan padat.

Wallahu a’lam. Terimakasih telah membaca dan memperhatikan tulisan sederhanaku.

By: heane

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s