Kisah pertama: Singa kelaparan yang tunduk mendengarkan bacaan Al Qur’an

Pertama saya baca di facebookm dalam sebuah status diceritakan bahwa ada seorang tahanan yang sedang ditahan di sebuah penjara tetapi kemudian ia akan dihukum mati akan tetapi dengan diserahkan kepada seekor singa yang kelaparan. Nah, kebetulan tahanan ini adalah seorang hafizh (pengahafal Al Qur’an). Pada hari yang ditentukan, dibawalah tahanan ini ke sebuah ruangan yang di sana terdapat singa yang kelaparan karena sudah dua hari tidak diberi makan. Dengan tenang tahanan ini pun masuk ke ruangan tersebut dan pergilah para penjaga penjara karena tidak ingin melihat sang singa memangsa tahanan tersebut.

Dengan tenang dan tanpa rasa takut, tahanan tersebut kemudian duduk dan melafazhkan al Qur’an yang dihafalnya, dan singa yang sedang kelaparan yang awalnya ingin menerkam tahanan itu pun kemudian menunduk, diam dan kemudian duduk di depan tahanan itu sambil memperhatikan bacaan Al Qur’an yang sedang dibacanya.

Demikianlah sampai pada keesokan harinya datanglah penjaga yang ingin melihat jasad tahanan tersebut dibuat keheranan karena sang singa ternyata tidak memangsanya tetapi justru duduk diam di depan tahanan tersebut.

Diceritakan secara makna, untuk kisah aslinya silakan search di google, dan jika ada kekeliruan dalam penyampaian silakan dikoreksi, insya Allah dengan senang hati akan segera kami ralat dan edit kembali.

Kisah kedua: Tikus yang diam ketika mendengar bacaan Al Qur’an lewat Murattal

Kisah ini nyata kami alami. Biasanya tikus-tikus banyak berlarian di langit-langit rumah atau kamar kita sehingga mengganggu saat tidur kita karena suara berisiknya. Beberapa cara untuk mengusirnya telah kami lakukan, dengan membuat berisik langit-langit di bawah tikus berlarian atau memakan kayu di atas kamar, tetap saja cara itu seperti tidak berhasil, karena tetap saja tikus berlarian atau memakan kayu di langit-langit rumah. Demikianlah kami terganggu setiap malamnya dengan suara berisik tikus berlarian atau suara tikus sedang mengerat kayu.

Tetapi secara tidak sengaja –atas pertolongan dari Allah-, suatu malam anak kami minta di setelkan murattal sebelum tidurnya lewat media hand phone, dimana telah tersimpan rekaman murattal Al Qur’an di sana, biasanya kami setel juz ‘amma sebelum tidurnya sampai dia tidur, kemudian murattal kami matikan dengan alasan batere mau ngedrop atau pun alasan lain.

Dan pada suatu malam, saat itu kami tidak bisa tidur karena suara berisik tikus-tikus berlarian dan juga mengerat kayu, akhirnya sebagaimana biasa kalau kami tidak bisa segera tidur biasanya kami setel murattal dan Alhamdulillah dalam waktu yang tidak lama kami sudah tertidur pulas tanpa sadar kapan selesainya.

Entah apakah karena kami tidak menyadari sebelumnya, saat kami terganggu dengan suara berisik karena tikus itu, kemudian kami setel murattal mulai dari surah al Baqarah dari awal sampai selesai, kurang lebih dua jam lebih untuk selesai satu surat al Baqarah dengan Qari’ Musyari Rasyid Al Affasy tersebut. Saat kami setel ngaji itu kami masih tersadar sampai beberapa saat lamanya karena kami masih mengobrol, dan ajaib… dalam waktu kurang dari lima menit setelah di setel murattal tersebut, tikus-tikus itu diam, dan tidak lagi kami dengar berisik suara larinya ataupun suara mengeratnya.

Awalnya kami biasa saja dalam menanggapi fenomena ini, akan tetapi pada hari berikutnya, karena tikus-tikus masih juga berlarian dan mengerat kayu, maka kami segera berinisiatif menyetel murattal lewat media hand phone, dan sekali lagi ajaib… kurang dari lima menit, suara-suara tikus itu berhenti sama sekali, begitulah kami mengulang pada tiap malamnya sebelum kami tidur.

Barangkali, ini hampir sama dengan kisah pertama di atas, bahwa binatang pun akan khusyu dan segan dengan bacaan Al Qur’an yang terlafazhkan, baik itu dengan lisan maupun dengan perantara hand phone atau sarana lainnya. Wallahu a’lam.

Namun, masih tersisa pertanyaan dalam diri kami, kalau singa kelaparan ataupun tikus saja bisa khusyu’ mendengarkan bacaan Al Qur’an, tetapi mengapa kalau nyamuk tidak takut atau segan dengan bacaan Al Qur’an ya? Buktinya setiap malam kami masih tidur ditemani satu nyamuk dengan ratusan temannya bergantian mengerubungi kami sampai akhirnya kami harus tidur di dalam kelambu.

By: heane

2 responses »

  1. HelmykkeDiri mengatakan:

    Hemd, boleh dcuba

  2. sul mengatakan:

    rumahnya dekat rawa? Wah ini biasa setiap dngar bacaan alquran tidurnya nyenyak.karena setan hinggap dimamata dan telinga. Sehingga bacaan terdengar seperti dongeng sebelum tidur. Astagafirrullah al azim. Naudzu billah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s