Dialog ini sudah lama terjadi, akan tetapi selalu teringat dalam pikiranku, dan aku serasa mendapatkan sedikit faidah dari dialog ini. Meskipun, ‘ala kulli haal, teman dialog itu saat itu berbeda pemahaman denganku.

Yang aku salut adalah kecakapannya dalam berbahasa Arab, sampai-sampai guru kami yang katanya lulusan Al Azhar saja bahasa Arabnya tidak benar, sering salah harokat dalam membaca kitab gundul yang bagi orang yang faham bahasa Arab, akan terkesan lucu dan lagi akan berbeda jauh maknanya walaupun hanya berbeda harakat hurufnya.

Saat itu kami tinggal di sebuah asrama dengan penghuni asrama hanya 32 anak saja, karena memang katanya di sana itu untuk sekaligus sebagai pengkaderan, kader dakwah, walaupun sejujurnya ilmu yang diajarkan kepada kami di sana sangatlah minim, sehingga sangatlah kurang ketika kami harus terjun di dunia dakwah yang kompleks dengan berbagai permasalahan yang membutuhkan pemahaman yang meluas.

Karena itu penghuni asrama pada saat masuknya terdapat beberapa kali tes saringan masuk sehingga hanya tersisa 32 anak itu. Ceritanya anak-anak pilihan, ya… pilihan panitia penerimaan asrama. J dan salah satu anak yang masuk kami anggap cukup cerdas dalam bahasa Arab, maklumlah, ia tumbuh besar dalam pendidikan pesantren walaupun pesantren umum.

Sampai suatu saat terjadi dialog di antara kami, karena sering di antara kami terucap kata-kata atau kalimat, jazakallah, syukron, antum, dan lafazh-lafazh arab lainnya. Suatu saat teman itu berkomentar terhadap temannya yang mengucapkan: “Jazakallah..“ kemudian pergi meninggalkan kami.

Temanku itu berkata: “Jazakallah apaan, jazakallahu adzaban?“

Aku bersama temanku yang saat itu duduk-duduk bersamanya sampai menengok kepadanya karena kalimat yang baru saja di ucapkan.

Kemudian ia melanjutkan: “Iya, kenapa hanya Jazakallah, bagaimana jika niatnya adalah mengucapkan Jazakallahu adzaban katsiran?“

Dan Qadarullah karena sesuatu hal, dialog itu hanya terhenti di situ, dan kami pun pergi masing-masing dengan kegiatan kami masing-masing.

Pembahasan tentang penggunaan kata khairan ataupun adzaban akan kita temui saat kita belajar bahasa Arab terkhusus materi nahwu. Dan akan kita dapati pula bahwa satu kalimat itu akan mempunyai taqdir atau kalimat lanjutan yang bisa ditebak walaupun hanya terucap satu kalimat saja, seperti doa ketika hendak makan, “Bismillah“ maka takdirnya adalah “Bismillah (dengan menyebut nama Allah) aku hendak makan“. Atau doa “Bismillah“ ketika hendak wudhu takdirnya adalah “Bismillah (dengan menyebut nama Allah) aku hendak berwudhu“, dan doa sejenis lainnya. Adapun ucapan “Jazakallah“ itu tidaklah cukup dikatakan tanpa keterangan di belakangnya apakah “Khairan“ ataukah “adzaban“ ataukah kata apa lagi.

Dan aku dapati faidah dari obrolan teman saya tersebut, bahwa selayaknya ucapan Jazakallah diucapkan lengkap dengan lafazh Jazakallahu khairan katsiran atau cukup Jazakallahu khairan saja. Karena Jazakallahu khairan adalah sebuah doa yang artinya “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan“, adapun jika cuma diucapkan Jazakallahu saja (Semoga Allah membalasmu…) membalas apa? Dengan kebaikan ataukah dengan adzab ataukah balasan lainnya? Tentunya dengan balasan kebaikan –yang banyak- sehingga ucapannya seharusnya adalah dengan lengkap, yaitu Jazakallahu khairan katsiran.

Hal ini akan kita temui sebagaimana kalimat salam yang biasa kita dengar di kalangan kaum muslimin, yang mencukupkan dengan “Ass“, “Askum“, Aslmkm“, dan lain sebagainya yang akhirnya menjadi tidak jelas maknanya hendak diarahkan kemana.

Juga ada tambahan faidah juga bahwa jangan kita bakhil (pelit) dalam berdoa atau mendoakan orang lain, maka caranya dengan kita berdoa atau mendoakan dengan  kalimat yang lengkap, tentunya tetap diawali dengan niat yang ikhlas hanya mengharap ridho dan pahala dari setiap ucapan kita sehingga akan menjadi pemberat dalam timbangan di hari akhir nanti. Wallahu a’lam.

By: heane

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s