Tidak mungkin aku menangis karena aku laki-laki
Dan tidak mungkin aku memukulmu karena engkau wanita
Tapi apa dayaku, ketika terucap dari lisanmu
Kata-kata yang tak selayaknya keluar dari lisan indahmu

Sejenak terdiam
Apa salahku sehingga harus dicoba sedemikian rupa
Apa dosaku sehingga diadzab di awal
Dengan penuh kesadaran bahwa tidak ada yang sempurna
Semua manusia mempunyai salah dan dosa
Hanya saja, kesalahan yang mana yang telah kuperbuat?

Pelan kubuka lembaran yang telah lalu
Sejenak mengingat kejadian yang telah lewat
Apa saja kejadian-kejadian yang sempat ku ingat yang telah terjadi
Satu, dua, tiga kejadian dan seterusnya telah terjadi sebelumnya
Sampai pada suatu waktu yang telah lalu
Satu keputusan yang telah kuucapkan
Dan ternyata telah terjadi persetujuan bersama

Kuberikan kebebasan adalah bukan untuk bebas berkuasa
Kuberikan kesempatan adalah bukan untuk semena-mena
Kulewatkan kepentingan-kepentingan itu adalah untuk kebaikan asalnya
Tanpa pernah akan terpikir dalam benakku
Terjadinya hal-hal yang tidak kuinginkan sebelumnya
Jauh dari lubuk hatiku
Tidak ingin kejadian seperti ini terjadi

Tidak ada yang harus disesali
Semua telah terjadi dan harus dihadapi
Tanpa ada tangisan tanpa ada kekerasan
Hanyalah kebijaksanaan yang sekarang ini dibutuhkan
Langkah penuh kedewasaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s