Saat kau berada di ruang yang gelap, tempat yang sunyi, diliputi perasaan aneh yang bergejolak tapi tak terkatakan, yang kau butuhkan adalah kebersamaan.

Duhai jiwa yang merindu, andai sanggup kususun segenap kata penyejuk qalbu, tapi adakah waktu itu? Andai kau dengar kata-kataku, andai kau bisa baca perasaanku, andai kau rasakan juga rasa di diriku, seiring waktu yang berlalu, susul menyusul menghampiriku dan kembali mengingatkanku, andai kau tahu, itu semua tentang kita, dan hanya kita sehingga tertutup itu bagi siapapun selain kita, karena itu semua… rahasia kita.

Bolehkah aku merindukanmu?

Pada suatu saat nanti, meskipun tidak ada orang lain yang tahu, tapi kita tahu, ada rindu di hati kita, ada rasa yang tersisa dan terpendam dalam diri kita, dan pada suatu saat nanti, bolehkah aku merindukanmu?

Karena aku tak ingin mengganggumu, aku tak ingin merisaukanmu, aku tahu kau pernah ingin melupakanku, sampai pada suatu waktu, kau tidak tahu lagi harus mulai darimana kembali semuanya diawali (lagi), seakan telah berakhir dan muncul kembali, dalam kehidupan yang berbeda, waktu yang berbeda, keadaan yang berbeda, tapi… bolehkah aku merindukanmu?

By: heane, ditulis ulang 27122012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s