Sudah beberapa hari ini ibunya anak-anak menyimpan cabainya di kulkas, katanya biar awet dan tahan lama. Ada benarnya juga memang cabai jadi lebih segar lebih lama dibandingkan yang disimpan di lemari bumbu di dapur. Itung-itung kulkas kan isinya sedikit tambah cabai cukup lah…🙂

Sudah hampir terbiasa jika sesekali tersedia gorengan, makannya dicampur atau bersama cabe. Rasanya jadi gimana gitu, lebih nikmat kata temanku. Ambil gorengan dan buka kulkas karena kebetulan di piring gorengan tidak terdapat cabe. Duduk dan Bismillah kemudian makan tuh gorengan. (Sayangnya saat ditulis ini gorengan tinggal satu).

Masih seperti hari-hari sebelumnya, makan gorengan bersama cabai. Malam ini pun demikian, ada gorengan, buka kulkas ambil cabe hijau, Bismillah dan kunyah gorengan bersama cabe (makannya dengan tangan kanan semua, caranya gorengan dulu baru cabe, jangan pakai tangan kiri, kalau kata ibuku, “Ra ilok”. Kalau kata Islam, “Haram.” Intinya sama, jangan makan dengan tangan kiri), pertama cabe yang dilalap pedas seperti rasa cabe umumnya, ambil cabe kedua sama, dan ambil cabe ketiga, dan kemudian digigit di gigi, kok aneh, pikirku. Rasanya malah agak sedikit manis atau gimana, hampir gak ada pedasnya.
Oh ternyata cabenya telah membeku dan hampir menjadi es bagian dalamnya. Ketika masuk mulut terkunyah bersama gorengan seperti tidak ada rasa pedas, malah seperti manis. Ah, pengalaman baru nih.

Ada yang pernah nyobain gak cabe dibekuin? Terus dilalap, dijamin pasti akan ada pengalaman baru makan cabe. Es Cabe😀

By: heane – 04012013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s