Barusan baca berita, katanya BI menemukan ada 336 lembar uang palsu saat mereka mensortir uang.

Jadi teringat peristiwa saat ambil uang bersama teman kemarin. Pantesan saat teman ngambil uang di bank bpd kemaren, dan teman itu baik mbagi selembar merahnya kepada kami, Alhamdulillah.. Eh, kehujanan dan… Basah uang selembar warna merah tersebut dan anehnya uang itu luntur sampai mewarnai kertas lainnya yang ada di dompet seperti fotokopi ktp, dan kertas lainnya, kirain warna merah apaan. Ternyata itu akibat kena lunturan uang.

Waduh, jangan-jangan uang palsu nih, jadi bingung campur berbagai tanda tanya, mana mungkin ini uang palsu, kan dari bank pemerintah, bukannya ada sortir uang di sana, tapi kok luntur. Dari sisi ukuran, sama, dari rabaan, sama, agak kasar, kayak asli cuma gak sekasar uang baru yang kebetulan ada kesimpen di tempat lain. Was-was juga sih. Dari terawangan, sama juga, saat diterawang di bawah cahaya ada gambar pahlawan nasional di sana. Tambah bingung, kok bisa?

Sempat terbersit dalam pikiran kami mau lapor ke polisi, tapi alasannya apa? Saksinya siapa? Sedangkan yang ngasih uang yaitu teman yang ditemani saat ambil uang itu rumahnya di Bogor. Terus bagaimana, dan ujung-ujungnya malah takut kalau nanti malah dikira pengedar. Repot kan?

Maka kami putuskan, uang itu tidak kami gunakan terlebih dahulu, dan kami simpan sampai waktu yang tepat untuk siapa dan dimana uang itu akan berlabuh.

Bagusnya diapain ya tuh uang? Baru sekali ini mengalami uang luntur, padahal pernah punya uang kertas baik itu lembaran merah, biru, hijau tidak pernah seluntur ini bahkan pernah juga kerendam dalam cucian semalaman, saat paginya mau jemur baru ingat ada uang di salah satu sakunya paginya gak apa-apa tuh..

Ada yang punya pengalaman serupa? Terus uangnya diapain?

By: heane – pagi hari 05012013

One response »

  1. Kusuma berkata:

    untuk pengalaman pernah dapat uang palsu sih alhamdulillah saya nggak pernah. tapi menurut saya dengan cerita yang telah dibagi dalam postingan ini, akan lebih baiknya uang tidak dipergunakan, atau mungkin bisa lapor ke polisi dan bank nya sendiri, agar lebih teliti ketika menerima transaksi uang, serta dilacak sindikat pegedar bahkan pebuat uang palsu, namun terlebih dulu perisapan argumen yang kuat agar tidak menjadi masalah ketika melapor. kalau tidak berani lapor ya disimpan, atau di hancurka saja uang palsunya, yang penting jangan digunakan. terimakasih, mohon maaf apabila ada kata yang salah dan menyinggung perasaan.

    Suka

Ditunggu Komen dan Share nya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s