Kemarin jam 16:07 waktu di hapeku ada pesan masuk dari sebuah layanan sms nasehat yang tidak / belum pernah sekalipun aku mendaftarkan nomorku ke layanan tersebut. Alhamdulillah ‘ala kulli haal, sebenarnya saya kurang tertarik dengan sms-sms yang masuk, tapi apa daya, mau unreg tidak tahu caranya, mau menghubungi cp, cp-nya siapa aku tidak tahu.

Pernah suatu waktu, sms itu datang tengah malam, dan bukan hanya satu kali saja, itu terjadi berkali-kali di tengah malam, aku kira itu adalah sms penting,tapi ternyata sms dari layanan tidak dikenal tersebut, spontan pernah saya segera balas ke nomor layanan tersebut, “Tolong, jangan ganggu kami dengan sms-sms seperti ini, baiklah, isinnya nasihat, tapi juga ada waktunya. Terimakasih”. Tanpa aku tahu apakah sms itu akan terbaca ataukah hanya akan tertahan di mesin pengirim sms otomatis, wallahu a’lam yang pasti setelah itu tidak ada lagi sms tengah malam lagi, semoga akan seperti itu adanya.

Dan aku pikir sms itu telah berakhir datang ke hape-ku karena harapku juga demikian, tidak lagi menerima sms dari nomor-nomor itu, oya, nomornya banyak tapi selalu di akhir sms disertakan nomor NP: 083830905999. Ternyata tidak juga, masih saja setiap hari datang sms dari layanan majhul tersebut, dan isinya kalau tidak mendorong untuk bersedekah selalu hanya potongan ayat atay hadits yang tidak ada penjelasan yang disertai sumber, alias hanya berdasar akal pengirim semata. Tidak menyenangkan bukan?

Kemarin jam 16:07 waktu di hapeku, datang lagi sms masuk, dan aku ingin sekali membuat catatan kecil berkait dengan isi sms terakhir itu, sms itu begini:

“MSC_Bukti kecintaan yang tulus kepada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- dan islam demi meraih ridha Allah dari para sahabat itu ditunjukkan nyaris di dalam sepanjang hidup Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam-, termasuk saat para shahabat itu diminta untuk hijrah ke madinah. NP: 083830905999.”

Kemudian sms berikutnnya pada jam 10:47:51 waktu di hapeku, datang lagi sms yang seperti ini,

“MSC_Para sahabat rela meninggalkan keluarga, tempat tinggal, barang perniagaan yang sebenarnya mereka cintai demi mematuhi perintah Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- untuk hijrah ke madinah. Semua itu karena para sahabat lebih mencintai Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- daripada yang lainnya. NP: 083830905999.”

Sebenarnya aku enggan untuk mengomentari sms-sms tersebut, karena aku sadar sepenuhnya bahwa aku tidaklah mempunyai kapasitas yang cukup dalam hal keilmuan (ilmu agama), akan tetapi tiba-tiba kecemburuanku terhadap agama Islam yang mulia ini muncul, seakan menerobos ketakutanku dan muncul dengan apa adanya hanya mengharap ridha-Nya, bahwa perkataan-perkataan dalam sms itu adalah benar akan tetapi yang dimaukan adalah tidak benar.

Maksudnya, benar, bahwa mereka para sahabat itu hijrah dalam rangka memenuhi seruan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan itu adalah bukti kecintaan para sahabat terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang melebihi kecintaan terhadap diri mereka, harta mereka, dan barang perniagaan mereka. Pengirim sms ini sadar akan hal itu, tanah Makkah yang dicintai, dimana di sana terdapat Ka’bah bangunan yang mulia, bangunan yang agung yang dibuat oleh Nabi Ibrahim dan Isma’il ‘alaihimassalam atas perintah Rabb-Nya ‘Azza wa Jalla bahkan juga rela mereka tinggalkan, demikian juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga meninggalkannya.

English: Kaaba, Mecca, Saudi Arabia. Holiest s...

English: Kaaba, Mecca, Saudi Arabia. Holiest site in Islam. (Photo credit: Wikipedia)

Bandingkan dengan keadaan di zaman ini, dimana di sana ada bangunan Kompleks Masjidil Aqsha di Palestina, dalam hadits yang shahih bahwa masjid Al Aqsha adalah salah satu dari tempat-tempat yang dimuliakan dan diberkahi. Dikatakan Masjid Al Aqsha adalah tempat singgah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika Isra’ dan Mi’raj menghadap Allah Subhanahu wa ta’ala, dikatakan pula Masjid Al Aqsha adalah tempat yang diberkahi, dikatakan bahwa Masjid Al Aqsha adalah salah satu tempat yang layak bagi Ummat Islam  untuk bersusah payah mendatanginya (safar) setelah Masjid Al Haram dan Masjid An Nabawi. Subhanallah.

Akan tetapi kita lihat keadaan Masjid Al Aqsha sekarang ini, tempat ini sedang dalam ancaman oleh Kaum Yahudi yang hendak mengambil alih kompleks Masjid Al Aqsha dan sebagai imbasnya banyak masyarakat Muslim di sana menjadi korban kebiadaban dan kebengisan Kaum Yahudi di sana. Hampir sama dengan keadaan Makkah saat Rasulullah sebelum hijrah, di mana kaum muslimin tertindas oleh kaum musyrikin di sana, dan tidak ada kekuatan untuk melawannya selain meninggalkan Kota Makkah untuk menyelamatkan diri dan menyusun kekuatan, sampai akhirnya setelah dirasakan kaum muslimin di Madinah telah kuat, maka kemudian terjadilah pertempuran merebut kembali Kota Makkah dan akhirnya dengan izin Allah kaum muslimin menang dan disebut hari itu sebagai Fathul Makkah (pembukaan kota Makkah).

Andaikan masyarakat muslim di Palestina bisa mengambil pelajaran dari kejadian di Makkah tersebut, yaitu mereka tinggalkan dahulu Masjid Al Aqsha untuk sementara waktu untuk menguatkan keimanan, menyusun kekuatan untuk di kemudian hari merebut kembali Masjid Al Aqsha. Istilahnnya mundur satu langkah untuk maju beberapa langkah ke depan.

Telah ada fatwa pula dari Asy Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani mengenai hal ini, yaitu hendaklah mereka itu hijrah sejenak menyusun kekuatan dan kemudian setelah kekuatan itu ada, merebut kembali Al Aqsha, akan tetapi yang terjadi adalah mereka menolak untuk itu, dengan dalih keutamaan Masjid Al Aqsha adalah dijaga walaupun nyawa adalah taruhannya. Mereka melawan dengan senjata dan tentara yang terbatas, sedangkan Kaum Yahudi dengan tentara yang banyak dan senjata yang lengkap. Muslim Palestina menyerang Kaum Yahudi dan berhasil membunuh sepuluh orang dari mereka akan tetapi kemudian Yahudi membalas dan membunuh puluhan bahkan ratusan orang Palestina.

Maka inilah tanggapanku terhadap sms-sms di atas, yaitu mengapa mereka memberitakan/mengatakan tentang hijrah, keutamaan hijrah, sedangkan mereka sendiri enggan ketika dikatakan bahwa seharusnya masyarakat Palestina itu hijrah terlebih dahulu. Makkah yang mulia mereka tinggalkan, bahkan sampai banyak berhala sepeninggal kaum Muslimin di Madinah, kenapa kalian takut Masjid Al Aqsha kalian tinggalkan sejenak demi ittiba’ (mengikuti) apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kenapa kalian takut?

Bahkan dari ketakutan itu kemudian menyerang balik bagi yang menyuruh mereka untuk hijrah. Wallahul Musta’an.

By: heane 07052013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s