Ramai sekali pembicaraan di sosial media sekarang ini, dan isinya tidak jauh dari apa yang merupakan hasil pemikiran seseorang yang bernama Vicky Prasetyo.

Ok, katakanlah apa yang dikatakan Vicky itu salah, secara bahasa maupun secara makna, baik dalam Bahasa Indonesia maupun dalam bahasa asing, terkhusus Bahasa Inggrisnya. Terdengar aneh di telinga, karena tidak wajar dan tidak umum, bahkan bisa dikatakan keluar dari kaidah bahasa yang benar.

Banyak komentar tentangnya, banyak cibiran kepadanya, banyak cemoohan kepadanya, karena apa yang diucapkannya, dan tidak banyak pula yang kemudian meniru perkataannya yang jelas-jelas salah tersebut dan disebarluaskan dimana saja ia inginkan. Dan lebih banyak terlihat adalah penyebarluasan perkataan Vicky itu di sosial media, seperti Facebook dan Twitter.

Entahlah apa maksud menyebarluaskan itu, apakah karena mentertawakan ataukah sekedar sebagai humor untuk bahan tertawaan bagi orang-orang di sekitarnya. Tidak tahu saya…:)

Herannya, sampai orang sekaliber Mario Teguh pun dalam halaman facebooknya juga meniru perkataan Vicky itu dalam sebuah status bergambar, dan diakhiri dengan perkataan bahwa itu hanyalah merupakan status yang isinya adalah humor.

Sebenarnya Vicky sekolah dimana? Almamater mana, tidak penting bagi saya meskipun menghasilkan output lulusan seperti dia, apa pentingnya? Masalahnya, mereka-mereka yang menyebarluaskan itu adalah orang yang bisa dikatakan pintar, lebih pintar dari Vicky yang mereka cela dengan humor-humornya. Sekolah mereka di luar negeri, atau paling tidak sebulan sekali mereka bisa jalan-jalan ke luar negeri, jadi Bahasa Inggris mereka bagus kan? Tapi kenapa mereka justru memakai kaidah bahasa Vicky yang jelas-jelas menurut mereka sendiri salah. Aneh bukan?

Kemudian saya sendiri siapa? Tidak penting pula saya mengenalkan diri saya, sebagian dari kalian sudah tahu saya, seperti apa kapasitas saya. Jadi untuk apa saya jelaskan ulang. Ok, sedikit mengenai saya, saya hanya lulusan sekolah yang letaknya di desa pelosok lagi, yang tidak terpantau dalam peta Indonesia Raya tercinta kita ini. Cukup.

Kembali kepada Vicky,

Kalau benar Vicky itu penipu, siapa yang ditipu, siapa yang dibohongi, kenapa seolah semua menyalahkan Vicky tanpa mengarahkannya dan mengajarinya kepada kaidah bahasa yang benar. Apa salah Vicky kepada mereka?

Menurut saya pribadi apa yang dikatakan Vicky memang salah, akan tetapi kalau memang itu kesalahan atau katakanlah kekurangan Vikcy berarti itu adalah aibnya Vicky dan tidak sepantasnya disebarluaskan. Bahkan yang utama adalah menyembunyikan aib itu meskipun itu adalah aib orang lain, yakinlah bahwa jika kita bisa menutupi aib orang lain, aib kita pun akan terjaga.

Apakah saya bermaksud membela Vicky? Jawabannya adalah tidak. Karena saya tidak kenal siapa itu Vicky dan tidak ada pula jasa Vicky kepada saya. Jadi apa perlunya saya membelanya. Saya hanya bermaksud mengingatkan diri saya pribadi agar jangan sampai ikut-ikutan menyebarkan aib orang lain, karena misalkan saya punya aib seperti itu juga tidak ingin disebarluaskan seperti itu.

Selesai. Tolong koreksi saya jika ada perkataan saya di atas salah. Terimakasih.

Bekasi 15092013 15:09

By: heane

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s