Ok fix hari ini dan seterusnya berlaku jadwal harian baru dalam hidupku, jika sebelumnya out dari rumah sekitar pukul 08.00 walaupun bangunnya sama shubuh, tapi mulai hari ini, jam 06.00 harus sudah out dari rumah.

Ya, karena hari ini dan seterusnya anakku mulai masuk sekolah SD dan jam belajar efektif adalah dimulai jam 06.45 sedangkan jarak rumah ke sekolahnya, agak jauhan dikit. Sebagai pertimbangan waktu sebelum masuk sekolah daripada sekolah yang dekat dengan rumah tapi kualitasnya tidak bagus, jadi pilih yang agak jauhan dikit tapi insya Allah agama anakku dapat terjaga di sana.

Skip, skip…

Pagi ini jalanan agak lancar, walaupun di beberapa titik terjadi penumpukan kendaraan, seperti di perempatan jalan utama, atau di belokan yang terdapat penyempitan jalan, dan pagi ini kami berhasil melewati semua itu, dan sampai sekolahan anak belum lewat dari jam 06.30, semoga setiap harinya seperti itu.

Baru nikah aja udah dapat sumpah serapah…

Pulang dari sekolahan anak pengennya lewat jalan lain, itung-itung sekalian ngapalin jalan, dan sebagai alternatif kalau jalan utama banjir nanti pada saat musim hujan, sekolahan anak sih tidak banjir tapi jalan utamanya kalau musim hujan suka banjir, makanya harus cari jalan lain untuk menghindari banjir tersebut.

Jalannya besar, walaupun jalan kampung tapi merupakan jalan utama kendaraan mobil dan motor. Nah, ketika hendak lewat jalan itu, berjalan masuk berapa ratus meter, ternyata jalan ditutup penuh oleh tenda pernikahan seseorang, sampai-sampai tidak disisakan sedikitpun untuk lewat kendaraan ataupun pejalan kaki sekalipun. Akhirnya aku balik kembali mengambil jalan semula berangkat ke sekolah.

Terlihat dari beberapa pengguna jalan yang bersamaku, sedikit kudengar sumpah serapah mereka, intinya kenapa nikah saja harus dengan menutup jalan raya. Ok, kalau itu sebuah gang jalan kampung, jalan blok atau jalan komplek pada sebuah perumahan mungkin ijin kepada warga sekitad dan RT atau RW setempat dianggap cukup, karena jalan itu hanya mereka yang melewatinya. Nah ini, jalan utama penghubung antara wilayah satu dengan wilayah lainnya, walaupun ada jalan lain, tapi dengan jalan itu bisa menyingkat waktu perjalanan, ternyata ditutup sepihak oleh si empunya hajat pernikahan.

Ok, mungkin itu sudah seijin warga sekitar, RT atau RW setempat. Tapi pengguna jalan seperti kami? Itu jalan umum, tidak selayaknya juga dipakai seenaknya, yang lewat jalan itu bukan hanya Anda empunya hajat dan juga warga sekitar kalian, tapi kami juga berhak untuk lewat jalan itu, demikian juga beberapa anak sekolah yang juga kulihat akan melewati jalan itu terlihat kecewa.

Kasihan, baru juga melangsungkan pernikahan, bersama doa terpanjat untuk mereka dari sebagian saudaranya, bersamaan dengan itu, sumpah serapah  juga tertuju kepada para pengguna jalan karena merasa terzhalimi tidak bisa lewat jalan tersebut.

Semoga ini menjadi pelajaran bagi saya pribadi dan umumnya bagi siapa saja, semoga ketika punya hajat tertentu tidak seenaknya memakai fasilitas umum untuk acara pribadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s