Sebuah pengalaman buruk bersama sebuah agen travel tidak tekenal di Bekasi.

Pagi tadi, Ibu berpesan aku harus ke kantor travel dulu buat komplain layanan travel kemaren yang tidak mengenakkan buat ibu.

Ceritanya, ibu pulang dari Bekasi ke Magelang naik travel, padahal biasanya naik bis malam, alasannya adalah barang bawaannya banyak karena ibu juga baru pulang dari umroh dan membawa beberapa barang bawaan untuk oleh-oleh tetangga atau saudara. Kalau naik bis repot transit dengan banyak bawaan. Maka naiklah travel setuju dengan harga 230.000 dari Bekasi sampai Magelang (rumah ibu masih agak jauh dari kota). kami DP lah uangnya 30.000 sebagai pengikat. Katanya mobil travel akan berangkat pukul 8 malam, oke kami setuju.

Ditunggu di rumah, ada telpon dari pihak travel katanya mobil jemputan akan datang jam 3 sore. Buru-burulah ibu siap-siap untuk menunggu mobil datang, ditunggu sampai jam 3 teng, mobil belum datang, akhirnya aku sms pihak travel tersebut, dibalas katanya mobil travel menjemput jam 7-8 malam. Loh, gimana sih? Dongkol banget rasanya mendengarnya, tapi apa dikata, kesepakatan telah dibuat dan waktu juga sudah sore untuk berpindah ke travel lain.

Akhirnya ibu istirahat rebahan dulu karena wakatu masih jam setengah empat sore dan mobil akan menjemput jam 7 atau 8 malam.

Maghrib berlalu, sampai akhirnya jam sudah menunjukkan jam 7 malam, bis belum juga datang, aku sms lagi  pihak travel, dan dibalas dengan memberikan nomor telepon sopirnya katanya suruh ditelepon saja. Dan benar saja aku telepon nomor itu dan benar katanya dari mobil travel, aku tanya sudah dimana? Katanya masih di Klender Jakarta Timur. Loh, gimana sih, kami kan pesannya dari travel Bekasi kok mobilnya dari Klender? kesal campur penasaran. Dan dengan enaknya sopir itu bilang nanti telepon lagi saja kalau sudah dekat dan dia berkata juga ada masalah dengan mobilnya. Haah, apa lagi ini?…

Jam 8 malam berlalu, belum juga ada kabar dari sopirnya, komplain lah kami ke nomor telepon dimana kami pesan dan bayar DP, katanya sebentar nanti saya telepon lagi, dan telepon di tutup. Tak lama setelah itu, ada suara telepon masuk dari nomor kami pesan travel, katanya sopirnya sudah dekat dan sedang mencari alamat ibu….

Haah, makin gak jelas nih, baru saja kami telepon sopirnya, katanya masih di Klender, kemudian dari tempat kami pesan travel katanya sudah mencari alamat kami. Pasti sopirnya bermasalah ini, tidak mau jujur kalau masih di Klender, mungkin takut dimarahi atau apa gak tau, yang pasti jawabannya kepada pihak kami pesan travel selalu mengabarkan  yang baik-baik padahal sebaliknya -_-

Akhirnya mobil datang jam 11 malam, kesel banget sih, tapi sudah terlanjur akhirnya naiklah ibu ke mobil elf yang akan membawa ibu ke rumah di Magelang. Aku disodori invoice katanya ada tambahan 30 ribu untuk jemputan. Loh loh kok ada biaya jemputan segala, padahal kan itu sudah termasuk paket seharusnya, tapi ibu akhirnya membayar juga, mungkin karena sudah kepepet jadi mau saja.

Mobil pun jalan mengantar ibu ke Magelang, dan akupun masuk rumah kembali untuk tidur dan menunggu kabar dari ibu besok paginya.

Jam 11 siang esok harinya, aku telepon ibu, sudah sampai mana, ibu bilang baru masuk Temanggung, (aduuh, gimana sih ini mobil jalannya?? ) Udah aku tutup telepon aku bilang nanti hubungi kalau sudah sampai rumah. Dan jam 1 siang ada telepon masuk dari ibu, mengabarkan sudah sampai rumah (Alhamdulillah, dalam batinku) tapi ibu kemudian bercerita, kalau tadi ibu diturunkan di Blabak dan lanjut naik ojek sampai rumah dengan biaya 30 ribu.

Waduh, benar ada masalah ini travelnya, alasan ibu katanya di mobil itu ada orang tua penumpang travel yang sudah mau meninggal, jadi ibu tidak bisa diantar sampai rumah dan diturunkan begitu saja di Blabak. Sekali lagi tanpa diberi uang untuk ongkos jalan sampai rumah. Ibu bilang juga di telepon, aku suruh komplain ke travel dimana kami pesan untuk minta kompensasi biaya kerugian.

Begitulah ceritanya, dan siang tadi aku sampai tempat dimana kami pesan travel kemaren, aku ceritakan semuanya dari berangkat malam, ada uang jemput sampai diturunkan di Blabak dan naik ojek sampai rumah. Sengaja kami tidak sebutkan nama travel dan nama agen dimana kami pesan tiket, biarlah ini sebagai pengingat bagi kami untuk lebih berhati-hati dalam memilih travel perjalanan ke luar kota.

Kemudian penjaga di sana menelepon bos nya dan aku juga turut bicara dengan bosnya, ditanya berapa ongkos naik ojeknya, aku bilang 50 ribu, maksudnya sebagai ganti uang jemput yang tidak jelas dan uang ojek dilepas begitu saja di jalan. Kalau ditotal sih 60 ribu, tapi aku bilang 50 ribu saja, dan bos nya bilang suruh bayar saja 50 ribu. Eh, penjaga itu malah nunjukin sms katanya dari ibu yang komplain kurang biaya 30 ribu buat ojeknya. Akhirnya aku menyerah dan hanya minta 30 ribu saja (yaah, ibu pake sms segala biayanya 30 ribu… ) dan dikasihlah 30 ribu sebagai ganti rugi ibu naik ojek.

Aku dengar juga penjaga itu berkata, kalau begini gak akan lagi menitipkan penumpang ke travel itu. Loh, aku tanya ke penjaga itu, jadi usaha travel itu bukan dari sini?? Ia berkata, bukan tapi kerjasama dengan **** travel di Jakarta (yaah, tambah lemes). Dan makin memantapkan bahwa tidak akan lagi pesan travel perjalanan dari agen ini.

Pulang lah ke rumah dengan perasaan antara suka dan duka, suka karena uangnya kembali walaupun tidak utuh, dan duka karena ingat kasian ibu diturunkan begitu saja di jalan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s