Bismillah.

Anakku, aku tahu engkau masih butuh kami sebagai orang tuamu untuk membimbingmu dan menasihatimu untuk kebaikanmu,  maka kami tidak akan memberi nasihat selain nasihat yang paling agung, nasihat terindah yang insya Allah akan bermanfaat bagimu di waktu sekarang dan waktu yang akan datang, maka nasehat kami adalah agar engkau senantiasa bertaqwa kepada Allah, dimanapun engkau berada dan semoga Allah memberikan kemudahan bagimu karena ketaqwaanmu.

Anakku, aku tahu engkau akan hidup di zaman yang lain dengan zaman orang tuamu (jika Allah memberikan umur panjang kepadamu), dan kami sangat khawatir tentangmu saat itu, karena kami sadar sebagai orang tuamu, di zaman ini saja kami sudah merasakan betapa besarnya gelombang fitnah melanda keimanan kami, apalagi nanti, semakin jauh dari masa kenabian, sungguh fitnah itu akan lebih besar lagi, maka kami hanya bisa berdoa semoga engkau anakku bisa istiqamah memegang teguh ad Din Al Islam sebagaimana dipahami oleh para pendahulu kita yang shalih.

Anakku, kami tahu sebanyak apapun kami berharap tetap kami hanya sekedar berharap, sedangkan takdir untukmu telah tertulis di lauh mahfuzh sejak ribuan tahun yang lalu. Tapi kami yakin anakku, ada yang bisa mengubah takdir itu, sebagaimana diterangkan dan dituntunkan oleh Nabi kita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa doa akan mampu merubah takdir. Maka yang bisa kami lakukan untukmu anak-anakku adalah berdoa dan selalu mendoakan kebaikan untukmu.

Anakku, kami sadar kami bukan makhluk sempurna di matamu, kami menyadari itu bahwa banyak cela di antara kami, namun kami juga berharap jangan pernah engkau menyombongkan diri di hadapan orang-orang di sekitarmu, karena pasti engkau juga bukan makhluk sempurna, maka terimalah keadaanmu anakku dan hargailah orang di sekitarmu.

Anakku, kami juga sadar bahwa keilmuan kami tentang ad Din Al Islam ini masih sangatlah lemah, karena kami bukanlah seorang yang alim, kami hanyalah penuntut ilmu yang masih banyak kelemahan, maka kami sangat berharap suatu saat kelak engkau akan menjadi orang alim yang bahkan akan  membimbing kami, mengingatkan kesalahan kami dan doa selanjutnya kami untuk engkau adalah semoga engkau menjadi orang yang shalih.

Anakku, kami berharap tulisan kecil ini bisa terbaca olehmu, dan kami sangat berharap bahwa engkaulah kelak yang akan menjadi pentahqiq tulisan ini sehingga menjadi tulisan yang indah dan penuh makna. Karena kami sadar, kami bukanlah penulis hebat, kami bukanlah penghafal hadits, dan kami hanyalah insan lemah yang sangat faqir akan ampunan Rabb kita Allah ta’ala.

Dan akhir doa kami adalah Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

One response »

  1. chucky mengatakan:

    Ninggalin jejak a

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s