Terkadang seseorang ada yang menganggap masalah kecil dalam hidupnya seolah seperti masalah besar yang sedang dialaminya.

Kalau diumpamakan semisal sisa makanan yang nyelip di gigi, ouh terasa sangat mengganggu, seolah sebesar biji jagung nyelip di antara dua gigi. Padahal ketika berhasil terambil, entah dengan bantuan apapun gak usah dibahas, ternyata kotoran yang nyelip di antara gigi itu besarnya bahkan seujung kuku saja tidak ada, tapi ngganjelnya seperti sebiji jagung.

Begitulah mungkin sebuah masalah dalam sebuah hubungan keluarga, kadang dianggap begitu besar begitu berat sehingga begitu mengganjal bahkan sampai dirahasiakan bertahun-tahun, tapi setelah diceritakan kronologinya, sebetulnya hanyalah masalah kecil saja.

Kuncinya hanyalah dalam hal komunikasi antara keduanya, ngobrol dari hati ke hati, saling terbuka dengan kekurangannya. Gak perlu lah untuk penanganan masalah seperti itu mesti ke psikolog, buang waktu dan biaya saja.

Sebagaimana orang bijak berkata, “Jarak antara masalah dengan solusinya itu sejauh kening dan tempat sujud”

Terbayang kan betapa dekatnya, jangan dibuat pusing atau kepikiran untuk hanya ke masalah itu, prioritaskan untuk yang bermanfaat lainnya.

Oke segitu dulu, barangkali ini juga buat pengingat diri pribadi untuk sekarang dan waktu yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s