Apa yang terbersit di pikiran kalian kalau ada orang bilang, “Aku tidak mau dimadu”?.
Saya yakin dan begitu juga kebanyakan pembaca akan yakin itu berhubungan dengan poligami (suami yang beristri lebih dari satu).
Ya, wanita yang tidak mau dipoligami akan bilang tidak mau dimadu, sederhananya seperti itu. emoticon-Big Grin

Nah, tapi justru yang menarik di sini, kata dimadu itu asalnya darimana? seperti kita tahu, kata madu selalu identik dengan minuman manis yang berasal dari lebah madu;

Bahkan ketika kata itu kita ketik di laman http://www.kbbi.web.id/madu dengan pencarian kata “madu” maka hasilnya akan seperti terlihat di bawah ini, sama sekali tidak berhubungan dengan kata poligami, atau suami yang menikahi sampai maksimal empat wanita. Meskipun juga banyak frasa di sana yang dihasilkan dari kata madu, tetap saja tidak ada yang berhubungan dengan poligami.

Lantas, darimana istilah Madu diidentikkan dengan poligami?

Mari sejenak kita mengenali tentang kata madu ini,

1. Kita ambil dari hakikat kata Madu itu sendiri

Madu, hakikatnya adalah sebuah kata yang bisa bermakna sesuatu yang manis dan bisa pula berarti sesuatu yang pahit.

Dapat kita pahami, terdapat dua penafsiran tentang hakikat madu, dimaknai sebagai sesuatu yang manis, dan dimaknai pula sebagai sesuatu yang pahit.

Sesuatu yang manis dan bermanfaat bagi manusia, disebutkan dalam sebuah ayat dari Al Qur’an (maaf karena saya Muslim dan yang saya pakai itu) disebutkan,
“Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah ta’ala) bagi orang-orang yang memikirkan.” [An-Nahl: 69]

Sesuatu yang pahit bagi manusia, adalah sebuah kata dalam Bahasa Indonesia untuk menyebut istri kedua, ketiga dan keempat.
Tapi ingat, itu bukan kata dasar dalam Bahasa Indonesia, sebagaimana kita lihat di hasil pencarian di atas.

2. Kita ambil kata dasar dari kata Madu

Kalau kita telusuri dalam tata bahasa Indonesia, maka akan kita dapati, asal kata pemakaian istilah “Madu” adalah berasal dari kata Padu.

Sebagaimana dari pencarian di web : https://www.kbbi.web.id/padu dengan pencarian kata padu, maka akan kita dapatkan hasil seperti berikut;

Nah, kita temukan hasilnya saudara-saudara emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin

Ternyata kata Madu dan Dimadu berasal dari kata: Padu – Berpadu – Memadu – Dipadukan, yang terakhir kenapa jadi Dimadu? emoticon-Bingung (S)

Kesimpulannya,

Jadi, kalau ada ucapan kalimat yang sampai pada kita, “Aku tidak mau dimadu” siapapun yang mendengar ucapan kalimat itu akan paham bukan berarti disiram madu emoticon-Hammer akan tetapi maksudnya ia tidak mau dipadukan bersama yang lain, bisa dalam arti satu rumah ataupun beda rumah.

Sekarang sudah ngerti ya kenapa ada kata “dimadu” tapi pemakaiannya dalam konteks poligami emoticon-Big Grin
Kalau belum ngerti juga baca ulang dari atas sampai selesai emoticon-Hammer eh, maksudnya mari kita diskusikan di kolom komentar di bawah.

Sampai jumpa lain waktu dalam pembahasan yang lain lagi yang lebih menarik emoticon-Malu (S)

Referensi:
– http://www.kbbi.web.id
– pemikiran sendiri

Iklan

Ditunggu Komen dan Share nya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s