Kenapa harus tinggalkan musik?

Karena musik dan Al Quran itu tidak akan pernah bersatu selamanya, karena keduanya adalah berlawanan. Tidak akan bisa keduanya beriring bersama, pasti akan lebih condong kepada salah satunya.

Kenapa musik haram?

Haram di sini bukan haram secara dzatnya, artinya bila disebutkan haram secara dzat maka memegang alat musik adalah haram juga sebagaimana babi adalah haram secara dzat, karena seluruh bagian dari babi adalah haram, namun berbeda dengan alat musik, ia bukan haram secara dzat, karena kita tidaklah najis memegang alat musik itu.

Musik haram karena musik melalaikan hati, musik membuat kita lupa dari membaca Al Qur’an dan mempelajari al hadits. musik disebut sebagai perkataan sia-sia sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an dan dijelaskan dalam banyak hadits.

Semua madzhab mengharamkan musik

Dari 5 madzhab yang ada, -madzhab kelima adalah madzhab zhahiri, sedangkan madzhab ja’fari dari syi’ah tidaklah dianggap sebagai madzhab- 4 madzhab di antaranya mengharamkan musik secara mutlak, hanya Ibnu Hazm dari madzhab zhahiri saja yang menganggap musik itu halal, akan tetapi itu pendapat yang syadz, karena satu madzhab menyelisihi 4 madzhab yang ada, sedang kita tahu madzhab zhahiri itu ada jauh setelah 4 madzhab lainnya ada lebih dulu. Dan para penganut zhahiri yang aku tahu pun tidak disibukkan mereka dengan musik, mereka tetap disibukkan dengan Al Qur’an

Orang faqih tidaklah mendengarkan musik dalam keseharian mereka

Karena keyakinan bahwa musik dan Al Qur’an itu tidak akan bisa bersatu selamanya, maka hanya satu yang akan bersama mereka, yaitu Al Qur’an dan al hadits. Dan tidak ada riwayat bahwa mereka kesehariannya mendengarkan musik, bahkan yang ada adalah riwayat bahwa mereka mengharamkan musik karena melalaikan hati, dan menjadikan hati menjadi keras serta enggan untuk menuntut ilmu.

Dengarkan al qur’an niscaya musik tidak akan engkau dengarkan sama sekali

Cara mudah untuk meninggalkan adalah dengan lebih banyak mendengarkan Al Qur’an, dengan keyakinan bahwa musik dan Al Qur’an itu tidak akan bisa menyatu, salah satu pasti akan mengalahkannya. Maka jika kamu sibukkan hari-harimu dengan musik, maka Al Qur’an akan dilupakan, sebaliknya dengan engkau sibukkan dengan membaca atau mendengarkan Al Qur’an, maka sama sekali tidak akan ada keinginan untuk mendengarkan musik.

Cukup dengan melakukan itu saja, musik akan hilang sendiri dari telinga dan dada kita, apalagi kalau ditambah dengan keyakinan lain, seperti bahwa menyanyi itu buat laki-laki adalah layaknya banci. Kenapa seperti banci? Dalam sejarah yang tercatat di buku-buku sejarah, semua penyanyi itu adalah wanita, karena wanita itu menarik baik dari fisik maupun dari suaranya, aku tidak tahu ada sejarah jaman dulu penyanyi itu laki-laki. Semakin engganlah bagiku untuk menyanyi bila disejajarkan kedudukanku dengan banci.

Begitu mudah kan meninggalkan musik itu dari keseharian kita?

Mudahnya, dengan adanya keimanan yang kuat ditambah dengan adanya azzam yang kuat untuk meninggalkan musik, niscaya hari-hari kita tidak akan lagi ada musik mengiringi.

Bekasi, di pagi yang cerah

17/07/2018

Iklan

Ditunggu Komen dan Share nya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s