Aku Penggemar Hosting Gratisan


Sengaja judul aku buat begitu, karena selama ini aku selalu pakai hosting gratisan terus, belum yang berbayar, pengen sih, tapi belum aja buat saat ini

Nah, ceritanya baru mau ngecek domain personal yang sudah aku buat beberapa taun lalu, tapi udah berapa lama gak aku update isinya, ituuu aja isinya gak berubah-ubah bertahun-tahun hahahaha

Baca lebih lanjut

Hati-hatilah dengan Istihza’ Dalam Postinganmu itu


Tadinya mau posting gambar sekedar buat lelucuan, karena dilihat sekilas emang lucu sih
Ah, tapi ternyata aku salah, dan aku bersyukur aku belum sempat share gambar itu di manapun, masih sebatas cukup tau saja.

Yang intinya, dari gambar lelucuan itu justru isinya olok-olokan (Istihza’) terhadap Al Qur’an, dan dari yang aku lihat lebih banyak yang menertawakan yang posting nasehat itu, meskipun sebagiannya dapat menerima dengan senang hati

Istihza`=mengolok-olok

Ini adalah perbuatan besar namun dinilai oleh sebagian orang sebagai suatu hal yang biasa. Bahkan terkadang dianggap lelucon yang menggelikan karena dinilai perbuatan tersebut adalah main-main dan tidak serius, seolah-olah ketika melakukannya tidak menanggung dosa atau tanggung jawab apa pun. Padahal perbuatan itu dinilai oleh syariat sangat berbahaya dalam segala keadaannya

Kalau memang niatnya cuma bercanda, tapi emangnya ga ada bahan bercandaan yang lainnya?

Kita akan terus bersama sampai di surga kan?


tut tut tut tut…. code blue, code blue tut tut tut…

Tiba-tiba ada sirine keras dan panggilan mendadak mengiringi obrolan kami, tak lama setelah itu terdengar suara orang-orang berlari kecil di luar ruangan

Ada yang tidak beres nih, kami berdua bertatapan, dan setelah itu pintu terbuka dan masuklah seorang yang sedang kesakitan dengan oksigen di hidungnya, beserta TMRC yang segera menangani dengan cepat.

Kurang lebih penanganan selama 45 menit itu benar-benar mendebarkan, kami terdiam terkadang ada sedikit obrolan pelan, akan tetapi suara-suara dan perintah terburu-buru itu membuat kami diam. 45 menit berlalu, TMRC beranjak keluar ruangan karena di rasa sudah cukup tenang dan membaik.

dan… Baca lebih lanjut

Berjalan Menuju Taman Surga


Sebelum kita melanjutkan belajar tentang indahnya taman surga

Yuk, kita dengarkan lantunan syair indah karya Ibnul Qayyim rahimahullah berikut ini

Enak ya dengarnya, apalagi kalau tau makna kata per katanya, bisa merinding mendengarnya, atau sebaliknya bersemangat buat menggapai indahnya surga Allah ta’ala

Itu baru kita dengarkan matan syairnya saja sudah membuat kita semangat menuju taman surga, apalagi kalau ada penjelasan atau syarah dari matan itu, tentu akan membuat lebih bersemangat lagi buat menuju kesana dengan beramal kebaikan sebanyak-banyaknya.

Baca lebih lanjut

Postingan Terlucu di Awal 2019


Ditemani segelas cokelat hangat memulai tulisan ini

Tak terasa ini adalah tulisan pertama di tahun 2019.

Dan lagi pengen nulis aja karena nemu postingan fesbuk yang gimana gitu setelah baca captionnya Baca lebih lanjut

Rileks dan Tulislah


Menunggu dan menanti, sama saja sih artinya hanya beda kata saja.

Menurutku sih begitu, tapi jadi penasaran apa iya menunggu dan menanti itu satu arti?

Kita cek ya di situs http://kkbi.web.id

Dengan kata dasar tunggu

 

 

 

menunggu/me·nung·gu/ v 1 tinggal beberapa saat di suatu tempat dan mengharap sesuatu akan terjadi (datang): dia ~ ibunya yang sedang ke pasar; 2tinggal sementara untuk merawat, menjaga (barang-barang, rumah, orang sakit, dan sebagainya); menunggui: suami istri itu tinggal ~ dan memetik hasil ladangnya; 3 menantikan (sesuatu yang mesti datang atau terjadi); menunggukan: hidup di dunia hanyalah ~ giliran dipanggil Tuhan4 mengharap: sebenarnya sudah lama saya ~ uluran tangan Anda5 mendiami; menghuni; menunggui: dialah yang ~ rumah saya selama dua tahun; hantu yang ~ pohon beringin itu sudah dipindahkan;~ angin lalu, pb menunggu dengan sia-sia; ~ laut kering, pb pekerjaan yang sia-sia;

Dan dengan kata menanti

 

 

 

 

menanti/me·nan·ti/ v menunggu: telah lama saya ~ Anda di sini;

Bisa dilihat kan? hasilnya ternyata memang sama saja, atau kamu temukan perbedaan? Boleh kok berbeda 😀

Tapiii… ini kenapa judul sama isi tulisan gak ada nyambungnya sama sekali sih? Masa judulnya Rileks dan Tulislah, tapi isinya malah beda menunggu dan menanti?

Hahaha… Tadinya emang aku mau nulis apapun itu sambil menanti, dan setelah rileks dan mulai ada keinginan menulis muncullah ide saat menunggu dan menanti itu, terus penasaran deh perbedaan antara menunggu dan menanti, dan jadilah tulisan ini, taraaa….. biarin gak nyambung yang penting jadi sebuah tulisan daripada gak nulis, halaaah…

Resolusi 2019, Perlu Gak Sih?


Pernah gak kamu ditanya pertanyaan seperti itu? atau setidaknya pernah gak bertanya ke diri kamu sendiri dengan pertanyaan itu?

Jawaban tidak harus di sini, cukup di diri kamu sendiri pun tak apa, karena semua itu tentang resolusi apapun di tahun 2019 adalah untuk kebaikan masing-masing pribadi, yang intinya adalah hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini, bukan kah demikian?

Koreksi saja misalkan apa yang menjadi pendapatku itu salah, karena mungkin isi pendapat tiap orang berbeda dan akan lebih indah bila kita bisa melihat perbedaan-perbedaan itu untuk kemudian kita simpulkan menjadi sebuah resolusi di tahun 2019 nanti.

Kembali ke pertanyaan perlu gak sih resolusi di 2019 itu? maka tentu semua dari kita adalah ingin sesuatu yang lebih baik, atau sesuatu perubahan menuju lebih baik di tahun 2019 besok ini, ah sama saja seperti sudah aku tulis di atas itu dong hahaha….

Kalau ternyata aku menulis malah diualng dan diulang begitu terus berarti hari ini aku lagi gak bisa nulis, tetapi tetap kok inti tulisan ini adalah perlu nya ada resolusi baru di tahun 2019 nanti, bagaimana dengan resolusi kamu?

Inilah Saatnya Engkau Meninggalkan Musik


Kenapa harus tinggalkan musik?

Karena musik dan Al Quran itu tidak akan pernah bersatu selamanya, karena keduanya adalah berlawanan. Tidak akan bisa keduanya beriring bersama, pasti akan lebih condong kepada salah satunya.

Kenapa musik haram?

Baca lebih lanjut

Mandi Kembang, Antara Mitos dan Mistis


Gini nih kalau mudik pasti sama ibu langsung dibeliin berbagai macam kembang yang diramu jadi satu yang disebut Macan Kerah. Kalau diartikan harfiah jadi Harimau Berantem, entah kenapa dinamain dengan nama itu.

Apapun itu, bila habis mandi ini rasanya badan seger banget, mitos atau mistis?

Aku sendiri lebih percaya ini ke sugesti ya, bukan mitos atau mistis, lagipula mandi kembang memang ada manfaatnya kan?

Nah, ada yang punya pengalaman serupa dengan aku gak nih?

Yuk mandi kembang dulu… Byuurrr…

Mereka Bilang, “Aku Tidak Mau Dimadu”, Benarkah Demikian?


Apa yang terbersit di pikiran kalian kalau ada orang bilang, “Aku tidak mau dimadu”?.
Saya yakin dan begitu juga kebanyakan pembaca akan yakin itu berhubungan dengan poligami (suami yang beristri lebih dari satu).
Ya, wanita yang tidak mau dipoligami akan bilang tidak mau dimadu, sederhananya seperti itu. emoticon-Big Grin

Nah, tapi justru yang menarik di sini, kata dimadu itu asalnya darimana? seperti kita tahu, kata madu selalu identik dengan minuman manis yang berasal dari lebah madu;

Baca lebih lanjut

Buka Bersama di Masjid Qishosh 


Maghrib ini berbuka di Masjid Qishosh

Apa dan bagaimana Masjid Qishosh nanti di tulisan berikutnya saja ya…

Kali ini bahas menu ifthor-nya saja, terdiri dari satu nasi ayam, satu botol air bening, kurma dua bungkus kecil dan satu susu segar, Masya Allah…

Karena maghrib sudah mau menjelang dan tiba udah dulu yee…

Yuk kita doa buka puasa bersama;

ذَهَـبَ الظَّمَـأُ، وَابْتَلَّـتِ العُـروق، وَثَبَـتَ الأجْـرُ إِنْ شـاءَ الله

[Self Reminder] Takdir yang Indah


Takdir itu indah, imanilah jangan kamu ingkari
bila hidup tidak selalu kamu rasakan indah, ada saat dimana di lain waktu akan kamu rasakan, kamu sadari kalau ada saat terlewat dalam hidupmu, ada sedikit rasa sesal padahal tidaklah patut itu kamu sesali, sebab semua itu adalah bagian dari takdir.

Takdir itu indah, takdir tidak akan menyebabkan rasa resah dan gelisah, karena takdir akan membawa kepada hikmah.

Kapan kita bisa merasakan indahnya takdir?
seperti halnya sabar yang tidak terbatas, sebab bila sabar itu terbatas maka ketidaksabaranlah yang membatasi kesabaran itu
sebagaimana petuah bijak untuk sebuah kata sabar
“hanya saja dinamakan sabar itu adalah pada kejadian awalnya”
bila kamu mampu bersabar saat di awalnya, kemudian kamu katakan semua ini adalah bagian dari takdir Baca lebih lanjut

Ada Apa dengan 2018?


Pertanyaannya simpel, ada apa di/dengan 2018?

Oya, baru nyadar ini postingan pertama kalinya di tahun 2018 padahal udah tanggal 10, hahaha..

sepekan lebih lewat dari tahun baru

Baru nyadar juga sih, ternyata beberapa tulisan di sini kesannya privasi banget, jadi sepertinya itu hanya pantas hanya dibaca sendiri saja.

Baca lebih lanjut

Menulis, Sesuatu yang Tidak Bisa Dipaksakan


Tulisan ini adalah sebuah tulisan yang saya ikutkan dalam lomba menulis di Kaskus

====

Pernah saya menulis dalam satu buah thread yang telah lewat, di sana saya tulis,

Dikatakan bahwa “Engkau menulis sebuah tulisan sama saja dengan engkau menaruh isi otakmu di depan pintu rumahmu, sehingga siapa saja orang yang lewat dan melihatnya akan mengetahui bagaimana isi otakmu.“

Ada beberapa sebab kadang saya enggan menulis secara pribadi pengalaman-pengalaman sehari-hari saya, karena alasan tersebut. Takut? Bisa jadi iya, akan tetapi di sisi lain, seperti juga pernah saya tulis di blog saya,

Merupakan blog kumpulan catatan-catatan pribadi daripada sekedar terlintas dan berlalu adalah lebih baik dijadikan sebuah tulisan sehingga bisa berbagi dengan yang lainnya dan tentunya diharapkan ada koreksi jika ada kesalahan.

Meskipun ketakutan itu ada, akan tetapi keinginan ada masukan dan saran dari pembaca tulisan tersebut yang sangat saya nantikan.

Baca lebih lanjut